SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memberikan apresiasi atas kinerja OPD dalam menindaklanjuti aduan masyarakat melalui kanal Sapa Mbak Ita. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Pengaduan “Sapa Mbak Ita” Catur Wulan II di Balaikota Semarang pada Kamis, 5 September 2024.

Apresiasi diberikan setelah Kota Semarang mendapatkan predikat “Sangat Baik” dalam penilaian pengelolaan pengaduan pemerintah kabupaten/kota tahun 2023 oleh Kementerian Dalam Negeri. Kota Semarang menempati posisi kedua tertinggi setelah Kota Malang dalam jumlah aduan yang terkelola dengan laju tindak lanjut 100%.

Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota, menyampaikan terima kasih kepada seluruh admin penghubung kanal pengaduan yang telah bekerja keras menangani aduan masyarakat selama 24 jam, 7 hari seminggu. Aduan yang masuk mencakup berbagai masalah, seperti perbaikan fasilitas umum, infrastruktur, pelayanan administrasi kependudukan, hingga fasilitas pendidikan.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Semarang mengucapkan matur nuwun kepada teman-teman yang sudah sangat gercep menerima dan menyelesaikan keluhan, masukan, atau kritikan dari masyarakat,” ucap Mbak Ita.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Semarang, Soenarto, juga mengapresiasi kinerja para admin pengelola kanal Sapa Mbak Ita yang mampu menyelesaikan banyak aduan. Ia menekankan pentingnya menyempurnakan proses penyelesaian aduan, terutama yang selesai bersyarat, agar benar-benar tuntas dan tidak berulang.

“Saya harap proses penyelesaian pengaduan ini akan terus disempurnakan oleh seluruh admin. Pertama, tentang bagaimana laporan yang selesai bersyarat dapat diselesaikan secepatnya. Kedua, tuntaskan aduan masyarakat hingga benar-benar selesai agar tidak terjadi laporan berulang. Terakhir selesaikan aduan dengan memperhatikan kualitas tindak lanjutnya,” ujar Soenarto.

Dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi, Soenarto juga mengingatkan admin pengaduan untuk segera menindaklanjuti laporan yang masuk tanpa meminta data pelapor, melainkan fokus pada aduan yang dilaporkan. Monitoring ini dilakukan rutin oleh Dinas Kominfo untuk mengidentifikasi kendala dan memperbaiki kualitas layanan.

Selama catur wulan II dari Mei hingga Agustus, terdapat 1.598 aduan masuk melalui kanal Sapa Mbak Ita. Dinas Perhubungan menerima disposisi terbanyak dengan 297 aduan, diikuti oleh Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, dan Dinas Kominfo. Aduan paling banyak adalah laporan jalan rusak, parkir, lampu PJU padam, masalah trantibum, dan permintaan pemangkasan pohon.(day)