SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, telah menjadikan Vita Azahra, putri dari pasangan tunanetra yang tertolak dalam PPDB SMA 2024 jalur afirmasi, sebagai anak asuhnya. Kunjungan dilakukan ke rumah kontrakan Vita di Jalan Gondang Raya 17, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, pada Jumat (12/7/2024). Wali Kota perempuan pertama di Kota Semarang tersebut, memastikan pendidikan Vita akan ditanggung oleh pemerintah, baik dari Provinsi Jawa Tengah maupun Kota Semarang.

“Saya mewakili Pemerintah Kota Semarang dan pribadi mengangkat Vita menjadi anak asuh saya lewat program Gerbang Harapan,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya. Melalui program tersebut, Mbak Ita kini telah menjadi orang tua asuh dari dua anak. Selain Vita, ada juga seorang anak perempuan dari Papua yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Vita akan menempuh pendidikan di SMA Mardisiswa Semarang.

Gerbang Harapan, atau Gerakan Bersama Orang Tua Asuh untuk Pengembangan Hari Masa Depan, adalah program yang bertujuan untuk menekan angka putus sekolah. Program ini mengajak masyarakat Kota Semarang yang berkecukupan untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang kurang mampu. Fokusnya adalah pemenuhan kebutuhan penunjang sekolah seperti seragam, buku-buku, alat tulis, dan uang saku.

Mbak Ita menjelaskan bahwa pembiayaan sekolah Vita yang sudah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjadi perhatiannya. “Nanti kita sinergi dan kolaborasi, mungkin jika Pemprov Jateng menanggung SPP, kami akan menangani uang bulanannya. Tetapi jika Pemprov meminta Kota Semarang mengambil alih, maka kami akan melakukannya,” jelas Mbak Ita.

Ia juga akan berkomunikasi intensif dengan Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, terkait upaya menekan angka putus sekolah. “Mungkin di luar sana masih ada Vita-Vita lainnya yang harus ditangani dengan kolaborasi,” tambahnya.

Ayah Vita, Warsito, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh orang nomor satu di Kota Semarang. “Terima kasih Ibu wali kota Semarang yang sangat luar biasa pada Jumat berkah ini. Semoga semua diberikan kesehatan dan keridaan Allah SWT karena membantu kami yang membutuhkan,” ucap Warsito.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Vita Azahra, seorang calon siswi di Kota Semarang, terancam tidak bisa sekolah melalui jalur afirmasi karena kendala pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Meskipun kondisi keluarganya seharusnya masuk kategori P1 (miskin ekstrem), dalam DTKS tercatat sebagai P4 (rentan miskin). Kriteria yang masuk dalam sistem PPDB 2024 pada jalur afirmasi hanya P1, P2 (sangat miskin), dan P3 (miskin), sehingga Vita gagal mendaftar PPDB.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.