Bojonegoro – Terik matahari di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak menyurutkan semangat prajurit TNI bersama masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan Jembatan Brang Etan, Kamis (6/8/2026).
Di atas konstruksi jembatan yang kini memasuki tahap akhir, sejumlah personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro terlihat bekerja dengan teliti. Mereka melakukan pengecatan pagar pengaman sekaligus merapikan sejumlah bagian jembatan agar hasil pembangunan semakin rapi dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Dengan kuas dan cat di tangan, para prajurit mengerjakan bagian demi bagian secara cermat. Ada yang membungkuk di atas lantai jembatan untuk menjangkau bagian pagar, sementara personel lainnya memastikan pekerjaan finishing berjalan sesuai kebutuhan.
Pekerjaan sederhana tersebut menjadi bagian penting dari penyelesaian Jembatan Brang Etan yang telah lama dinantikan masyarakat Desa Kesongo.
Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan pembangunan jembatan kini telah memasuki tahap finishing.
“Pembangunan fisik jembatan sudah memasuki tahap akhir atau finishing, khususnya pengerjaan pengecatan pagar pengaman dan perapian struktur pendukung. Kami bahu-membahu dengan warga agar jembatan ini segera dapat dimanfaatkan sepenuhnya secara aman dan nyaman oleh masyarakat,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.
Sebelum dibangun melalui program TMMD, kondisi Jembatan Brang Etan cukup memprihatinkan. Lantai jembatan yang sebelumnya menggunakan material kayu telah mengalami kerusakan, sementara sejumlah bagian besi penopang juga mengalami korosi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi masyarakat yang menggunakan jembatan sebagai akses penghubung. Warga harus lebih berhati-hati ketika melintas, termasuk saat membawa hasil pertanian maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kini, hadirnya jembatan yang lebih kokoh memberikan harapan baru bagi masyarakat. Akses penyeberangan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, termasuk aktivitas pendidikan, pertanian, dan perekonomian.
Keberadaan Jembatan Brang Etan juga diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan menghubungkan aktivitas masyarakat antarkawasan di Desa Kesongo dan sekitarnya.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, proses pembangunan jembatan tersebut menjadi gambaran kuatnya gotong royong antara TNI dan masyarakat. Warga turut membantu sesuai kemampuan, sementara personel Satgas terus bekerja menyelesaikan setiap tahapan pembangunan.
Kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD ke-129 menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan. Setiap tenaga yang dicurahkan bersama menjadi kontribusi untuk menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Melalui tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro kembali menunjukkan bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama.
Jembatan Brang Etan kini bukan hanya menjadi penghubung di atas sungai, tetapi juga menjadi simbol terbukanya akses dan harapan baru bagi masyarakat Desa Kesongo menuju kehidupan yang lebih mudah dan produktif.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan