Beritamerdekaonline.com, Jakarta, Melestarikan budaya leluhur sebuah bangsa adalah sebuah hal nyata dalam membangun sebuah bangsa.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Jepara, Dian Kristiandi pada saat menyambut kehadiran kelompok Napak Tilas Rasul Jawa (NTRJ), dari Jakarta.

“Ini merupakan sebuah kontribusi besar kepada negara yang ikut memerdekakan bangsa kita tercinta,” kata Dian di Jepara saat meresmikan renovasi makam Tunggul Wulung.

Lanjutnya, walaupun Kyai Tunggul Wulung dilihat dari persepektif religi oleh kaum nasrani merupakan pengembangan kristen di tanah Jawa. “Tetapi secara kepahlawanan, beliau adalah milik bangsa Indonesia ini,” tandas Dian, selasa tadi (29/3/22).

Bupati Dian juga mengucapkan terimakasih kepada Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) yang telah ikut memberikan kontribusinya dalam mengulik sejarah kerasulan di Tanah Jawa.

Diketahui, Kyai Ibrahim Tunggul Wulung adalah penyebar Kekristenan di Tanah Jawa. Dengan segudang kebudayaan dan kepercayaan. Kyai Tunggul Wulung ada penginjil pribumi di abad 18 yang berada diJawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat hingga Banten.

Beliau mampu memahami kondisi sosial budaya masyarakat se-Jawa tersebut.

Sementara, Sekretaris Panitia NTRJ, Endharmoko mengatakan Napak Tilas bersama wartawan Nasrani ini juga merupakan simbol pengakuan tokoh Kristen di era kekinian.

“Ini merupakan sebuah penghormatan terbesar bagi kami (Pewarna) dari Bupati Jepara yang ikut meresmikan renovasi makam Kyai Ibrahim Tunggul Wulung,” kata Moko panggilan akrabnya.

Kedepannya, kata Moko, agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah saatnya memperhatikan situs sejarah kekristenan di Indonesia. “Sejarah Kristen Tanah Jawa tidak lepas dari budaya leleluhur bangsa kita tercinta ini, yaitu Indonesia,” tutupnya. (@ms)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.