Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Otoritas Jasa Keuangan mencatat perkembangan sektor keuangan tetap stabil dan terjaga dengan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan yang terus meningkat dan semakin berkontribusi terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Peningkatan kinerja intermediasi tersebut terjadi di tengah perekonomian global yang masih menghadapi tekanan inflasi yang persisten tinggi dan telah mendorong pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh mayoritas bank sentral dunia.

“Kinerja perekonomian domestik masih terjaga terlihat dari rilis PDB triwulan I-2022 yang terpantau sebesar 5,01% yoy dan indikator ekonomi high frequency juga terpantau masih positif, mengindikasikan berlanjutnya pemulihan ekonomi,” ujar OJK dalam keterangan rilis infografisnya, Selasa (31/05).

Dari data infografis OJK, fungsi intermediasi perbankan pada bulan April 2022 mencatatkan tren positif. Kredit perbankan secara yoy meningkat signifikan 9,10% dibandingkan bulan Maret 2022 sebesar 6,67%. Seluruh kategori debitur mencatatkan pertumbuhan kredit, terutama UMKM dan ritel. Pertumbuhan kredit juga didorong naiknya kredit modal kerja, investasi dan konsumsi. Pertumbuhan kredit secara positif terjadi pada Bank BUMN dan BPD yang masing-masing tumbuh 3,54% (ytd) dan 1,13% (ytd).

Secara sektoral, kredit sektor pertambangan dan manufaktur (pengolahan) mencatatkan kenaikan terbesar secara mtm masing-masing sebesar Rp 21,5 triliun dan Rp 20,8 triliun. Kenaikan kredit juga ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang positif dan tumbuh double digit (yoy) yang didorong kenaikan Tabungan.

Disamping itu, di pasar modal indeks harga saham gabungan (IHSG) selama bulan Mei 2022 mengalami koreksi dibandingkan bulan sebelumnya sejalan dengan pelemahan pasar keuangan global seiring aksi risk off investor. Koreksi juga terjadi pada penurunan NAB Reksa Dana. Di sisi lain, penghimpunan dana di pasar modal pada Mei 2022 tumbuh dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini juga diiringi dengan penambahan emiten baru selama Mei 2022.

Disektor industri keuangan jasa non bank piutang pembiayaan secara tahunan pada April 2022 tumbuh positif dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan pembiayaan terjadi di semua jenis pembiayaan yang mencatatkan tren positif, utamanya pembiayaan jenis investasi dan modal kerja. Pertumbuhan pembiayaan juga terjadi pada penyaluran pembiayaan melalui peer to peer lending (P2P Lending) yang tumbuh positif dan tumbuh secara signifikan.

“Pada profile risiko lembaga jasa keuangan pun pada April 2022 masih relatif terjaga. Likuiditas perbankan berada pada level yang memadai di atas threshold. Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga pada level yang memadai dengan CAR perbankan, gearing ratio Perusahaan Pembiayaan, dan RBC asuransi terjaga di atas threshold,” sampai OJK.

Kendati demikian, peningkatan kinerja intermediasi tersebut terjadi di tengah perekonomian global yang masih menghadapi tekanan inflasi yang persisten tinggi dan telah mendorong pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh mayoritas bank sentral dunia.

“Kedepan, OJK akan terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan khususnya dalam mengantisipasi risiko tekanan inflasi global dan pengetatan kebijakan bank sentral dunia,” ujar OJK dalam rilisnya. (Adv)