Lampung, Beritamerdekaonline.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan melaporkan kondisi terkini kinerja perkreditan perbankan di wilayah Sumsel per September 2025. Dalam paparannya, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyampaikan bahwa total kredit yang tersalurkan telah mencapai Rp125,13 triliun, dengan komposisi kredit produktif mendominasi sebesar 57,07%, sementara kredit konsumtif berkontribusi 42,93%.

Arifin menjelaskan bahwa kredit produktif masih menjadi tulang punggung penyaluran kredit perbankan, dengan porsi terbesar berasal dari modal kerja Rp44,64 triliun dan kredit investasi Rp26,97 triliun.
“Pertumbuhan kredit produktif terus menunjukkan tren positif, seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya dalam rangka kegiatan Media Update, Journalist Class dan Media Gathering bagi kawan di wilayah Sumatera Bagian Selatan, OJK Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu, di Ballroom Holiday Inn Bukit Randu, Kota Bandar Lampung, Lampung, Jumat (28/11/2025).
Pada kategori kredit konsumtif, penyaluran mencapai Rp53,82 triliun, meningkat baik secara tahun berjalan (ytd) maupun secara tahunan (yoy). Arifin menekankan bahwa pertumbuhan konsumtif ini tetap harus diawasi agar tidak menimbulkan risiko overleverage rumah tangga.
Dari sisi sektor ekonomi, kredit terbesar masih disumbang oleh sektor rumah tangga sebesar Rp51,30 triliun (40,92%), diikuti sektor pertanian Rp22,51 triliun, perdagangan Rp19,07 triliun, industri pengolahan Rp13,03 triliun, dan konstruksi Rp3,63 triliun. Arifin menyebutkan bahwa stabilnya kredit di sektor rumah tangga dan pertanian menjadi indikator positif daya beli dan produktivitas masyarakat Sumsel.
“Kami mendorong perbankan untuk memperkuat penyaluran kredit pada sektor-sektor produktif yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kredit yang sehat dan terarah akan menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi Sumatera Selatan,” tambah Arifin.
OJK Sumsel berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan mendorong perbankan menjaga kualitas kredit, termasuk menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Dengan capaian ini, Arifin optimistis bahwa kinerja perbankan Sumatera Selatan hingga akhir 2025 akan tetap stabil dan mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan