Kota Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu tahun 2024 dari sektor retribusi pasar gagal tercapai. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu melaporkan realisasi PAD hanya mencapai Rp 1,4 miliar dari target sebesar Rp 2,5 miliar.
Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Bujang HR, menjelaskan sejumlah kendala yang menyebabkan kegagalan ini. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah kondisi pasar yang kurang memadai dan kurang menarik bagi pedagang.
“Pendapatan asli daerah kita tahun ini masih jauh dari sasaran. Meski sudah diupayakan secara maksimal, hasilnya baru mencapai Rp 1,4 miliar,” kata Bujang, Sabtu (4/1/2024).
Bujang mengungkapkan bahwa beberapa pasar di Kota Bengkulu sudah tidak layak digunakan. Pasar Minggu, misalnya, khususnya di lantai dua, kini sepi pengunjung. Sementara itu, Pasar Barukoto berada dalam kondisi memprihatinkan, sehingga banyak pedagang enggan beraktivitas di sana.
Untuk mengatasi masalah ini, Disperindag berencana mengoptimalkan empat pasar utama di Kota Bengkulu pada tahun 2025. Pasar Panorama, Pasar Barukoto, Pasar Jangkar, dan Pasar Minggu akan menjadi fokus utama perbaikan.
“Optimasi ini mencakup peningkatan fasilitas secara menyeluruh, termasuk renovasi pasar yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, kami akan menata ulang pedagang yang berjualan di luar area pasar agar kembali ke tempat yang telah disediakan,” jelas Bujang.
Khusus untuk Pasar Barukoto, perbaikan akan difokuskan pada lantai satu. Pedagang buah direncanakan dipindahkan ke pasar tersebut untuk menciptakan tata kelola yang lebih teratur.
Bujang optimistis langkah-langkah ini dapat mendongkrak pendapatan dari retribusi pasar pada tahun mendatang. “Kami berharap, dengan upaya perbaikan ini, target PAD dari sektor retribusi pasar di tahun berikutnya dapat tercapai,” pungkasnya. (*)
Editor: Aprianto

Kondisi Pasar Barukoto, Kota Bengkulu, yang terlihat sepi dan memprihatinkan, Sabtu (4/1/2024). Disperindag berencana melakukan renovasi besar-besaran pada tahun 2025 untuk mengoptimalkan potensi PAD dari retribusi pasar. (Foto: Istimewa)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan