Kabupaten Semarang, Berotamerdekaonline – Kedekatan antara TNI dan masyarakat yang terjalin dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, terus menunjukkan suasana yang penuh kehangatan. Tidak hanya bergotong royong dalam kegiatan pembangunan, masyarakat juga menunjukkan kepedulian dan dukungannya kepada personel Satgas TMMD yang setiap hari bekerja demi kemajuan desa.
Wujud kepedulian tersebut terlihat ketika warga Dusun Gombyong bersama kader PKK Desa Cukil menyerahkan bantuan logistik berupa minuman dan makanan ringan kepada Posko Satgas TMMD, Jumat (17/7/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakijan (65) bersama sejumlah kader PKK sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih masyarakat atas dedikasi para prajurit TNI yang telah mengabdikan tenaga dan waktunya untuk membantu pembangunan di Desa Cukil.
Suasana penuh keakraban tampak mewarnai penyerahan bantuan tersebut. Warga dan personel Satgas TMMD saling berbincang dengan hangat layaknya keluarga sendiri. Kehadiran masyarakat di Posko Satgas menjadi bukti bahwa hubungan antara TNI dan warga semakin erat selama pelaksanaan program TMMD.
Wakijan mengatakan, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan pengorbanan para prajurit yang setiap hari bekerja di lapangan. Namun, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan moril dari masyarakat agar anggota Satgas tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya.
“Kami merasa terbantu dengan adanya TMMD di Desa Cukil. Karena itu, kami ingin ikut berpartisipasi dengan memberikan sedikit makanan dan minuman sebagai bentuk rasa terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja keras untuk desa kami,” ujarnya.
Menurutnya, sejak program TMMD dimulai, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana personel TNI bekerja tanpa mengenal lelah bersama warga untuk menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Selain membangun jalan, memperbaiki rumah tidak layak huni, membangun fasilitas ibadah dan sarana lainnya, anggota Satgas juga aktif berinteraksi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Hal tersebut membuat hubungan antara TNI dan warga semakin dekat.
Bagi masyarakat Desa Cukil, keberadaan Satgas TMMD bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar desa yang ikut merasakan suka dan duka masyarakat selama program berlangsung.
Anggota Satgas TMMD yang menerima bantuan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan warga. Menurut mereka, dukungan masyarakat menjadi energi tambahan yang sangat berarti dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan di lapangan.
Serma Rudi Bhakti (47) mengatakan bahwa kepedulian warga merupakan bukti nyata terjalinnya kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang selama ini menjadi semangat utama dalam pelaksanaan TMMD.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan simpati yang diberikan masyarakat kepada Satgas TMMD. Dukungan seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dan menyelesaikan seluruh sasaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan masyarakat tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan logistik di posko, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa saling memiliki terhadap program TMMD yang sedang dilaksanakan.Menurut Serma Rudi, keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh kerja keras personel TNI, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat yang terus mendukung setiap tahapan kegiatan.
“Kami berharap hubungan baik antara masyarakat dan Satgas TMMD terus terjalin. Dengan kebersamaan dan gotong royong, seluruh rangkaian kegiatan TMMD dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil memang menjadi ruang yang mempertemukan semangat pengabdian TNI dengan partisipasi masyarakat. Setiap dukungan yang diberikan warga, sekecil apa pun, memiliki arti besar dalam memperkuat semangat personel Satgas yang sedang menjalankan tugas.
Kepedulian yang ditunjukkan warga Dusun Gombyong juga menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui kebersamaan yang terus terjaga, TMMD Reguler ke-129 tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antara TNI dan rakyat. Sebuah hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, kepedulian, dan semangat bersama untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera.
(Pendim 0714/Salatiga)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan