SEMARANG, Berita Merdeka Online — Peran perempuan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu kisah yang diangkat dalam Pameran Pertempuran Lima Hari di Semarang bertajuk Dari Semarang Kita Mulai di Gedung Lawang Sewu, Rabu (14/10/2026).
Salah satu foto yang menarik perhatian Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti adalah potret seorang ibu yang melindungi tiga anaknya dari pasukan penjajah. Foto tersebut menggambarkan keberanian perempuan dalam menghadapi situasi berbahaya di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Agustina menilai, foto sejarah tidak sekadar menampilkan peristiwa masa lalu, tetapi juga memperlihatkan keberanian dan pengorbanan masyarakat dalam menghadapi penjajahan.
“Foto itu berbicara mengenai bagaimana seseorang mempertahankan kemerdekaan karena dia berani menatap segerombolan pasukan. Itu bagi saya menarik,” kata Agustina saat meresmikan pameran, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, koleksi yang dipamerkan membantu masyarakat memahami situasi Pertempuran Lima Hari di Semarang, termasuk tokoh-tokoh yang berperan serta keterlibatan pemuda dan perempuan dalam perjuangan.
Pameran yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang tersebut berlangsung hingga Jumat (16/10/2026). Sejumlah koleksi yang ditampilkan meliputi sembilan arsip koran, 47 arsip foto beserta narasi, serta delapan artefak bersejarah.
Beberapa foto yang dipamerkan merupakan koleksi yang baru diperoleh pada 2025 dan 2026. Selain koleksi milik Pemerintah Kota Semarang dan para kolektor, pameran tersebut juga menampilkan reproduksi koleksi pribadi Agustina dari Rumah Pohan.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Nur Huda Iskandar, mengatakan pameran tersebut tidak hanya menampilkan foto, tetapi juga benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan pasukan Jepang, Belanda, dan para pejuang kemerdekaan.
Koleksi artefak itu antara lain pistol, bayonet, radio, mesin ketik, koran, dan pakaian pejuang. Berbagai benda tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus diskusi mengenai sejarah perjuangan di Semarang.
Nur Huda menegaskan, pameran ini bertujuan mengingatkan generasi muda tentang mahalnya harga kemerdekaan yang diperjuangkan dengan pengorbanan.
Menurutnya, semangat para pejuang tetap relevan untuk menghadapi tantangan masa kini. Perjuangan generasi muda tidak harus dilakukan melalui pertempuran bersenjata, tetapi juga dengan menghadapi ketidakadilan dan tantangan ekonomi.
Melalui dokumentasi foto dan artefak sejarah, pameran Dari Semarang Kita Mulai diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk keberanian perempuan yang turut menjadi bagian dari sejarah tersebut.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan