BEKASI, Berita Merdeka Online — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan mulai dilakukan di wilayah RW 016, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pelatihan perdana pengolahan sampah organik yang digelar pada Selasa (22/9/2026).
Pelatihan ini menjadi langkah awal bagi pengurus lingkungan dan masyarakat untuk memahami cara memilah serta mengolah sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga.
Kegiatan dihadiri Ketua RW 016 Komplek Polri Jatirangga, Hj. Nurainah, S.T., bersama Bahar Rahman sebagai narasumber pengolahan sampah dan Agung selaku konsultan pengolahan sampah.
Turut hadir Ketua RT 02, Agus, beserta jajaran ketua RT dan pengurus lingkungan di wilayah RW 016 Jatirangga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Sampah organik yang berasal dari sisa makanan, sayuran, buah-buahan, daun, dan bahan alami lainnya dapat dipisahkan dari jenis sampah lain sebelum dilakukan pengolahan.
Ketua RW 016 Jatirangga, Hj. Nurainah, S.T., menekankan pentingnya keterlibatan pengurus RT dan masyarakat dalam menjalankan program pengelolaan sampah organik.
“Pengelolaan sampah organik membutuhkan keterlibatan bersama. Kebiasaan memilah sampah perlu dimulai dari rumah agar pengelolaannya di lingkungan dapat dilakukan dengan lebih terarah,” ujar Nurainah.
Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pengurus lingkungan juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber dan konsultan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan sampah organik.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di masing-masing wilayah RT.
Program pengolahan sampah organik di RW 016 Jatirangga tidak hanya diarahkan kepada pengurus lingkungan. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Warga diharapkan mulai memahami bahwa tidak semua sampah harus langsung dibuang. Sampah organik dapat dipisahkan dan dikelola melalui metode yang sesuai sehingga memiliki manfaat bagi lingkungan.
Kehadiran para ketua RT dan pengurus lingkungan dalam pelatihan perdana tersebut juga diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya pengurangan sampah dari tingkat rumah tangga.
Pelatihan perdana pengolahan sampah organik menjadi salah satu langkah awal RW 016 Jatirangga dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Kolaborasi antara pengurus RW, RT, warga, narasumber, dan konsultan diharapkan dapat mendukung pengembangan program pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan.
Dengan pemilahan yang dimulai dari rumah, pengelolaan yang dilakukan secara bersama, serta edukasi yang terus diberikan kepada masyarakat, RW 016 Jatirangga berupaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Pelatihan tersebut menjadi titik awal gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. (H. Hernawan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan