BEKASI, Beritamerdekaonline.com — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meresmikan Bank Sampah PJM Green di RW 07, Kelurahan Pondok Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Sabtu (24/10/2026). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mendorong partisipasi warga dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga.

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Bank sampah di tingkat rukun warga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sebelum dibuang.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pondokmelati, Cecep Miftah Farid, S.STP., M.Si., Sekretaris Kecamatan Pondokmelati, para lurah se-Kecamatan Pondokmelati, perwakilan Forum RW 01 hingga RW 08, serta unsur TNI-Polri yang diwakili Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Lurah Jatimurni, Mochamad Sunaryadi, S.E., bersama jajaran Kecamatan Pondokmelati, perangkat kelurahan, dan perwakilan Forum RW 01 hingga RW 08 turut berperan dalam memperkuat koordinasi kewilayahan untuk mendukung program kebersihan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, partisipasi warga diharapkan semakin meningkat dalam menjalankan program Bank Sampah PJM Green secara konsisten. Upaya ini mencakup pemilahan sampah dari rumah, pengumpulan sesuai jadwal, hingga pencatatan hasil pengelolaan secara tertib.

Selain dukungan pemerintah setempat, keterlibatan pengurus RW, kader lingkungan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan Bank Sampah PJM Green. Dengan pengelolaan yang teratur dan partisipasi aktif warga, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap kegiatan kemasyarakatan yang berkaitan dengan kebersihan dan pengelolaan lingkungan di wilayah Pondokmelati.

Bank Sampah PJM Green diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang masih memiliki nilai guna. Sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan logam, dapat dipisahkan berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan Bank Sampah PJM Green di RW 07, Pondok Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, pada 24 Oktober 2026.

Sementara itu, sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, dapat diolah menjadi kompos apabila tersedia fasilitas dan sistem pengolahan yang memadai.

Pemilahan sejak dari rumah tangga menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Melalui pengelolaan yang teratur, bank sampah juga berpotensi meningkatkan nilai guna material yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.

Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas. Konsistensi warga dalam memilah sampah, keteraturan jadwal pengumpulan, serta pengelolaan hasil penjualan atau pemanfaatan sampah menjadi faktor penting agar kegiatan dapat berjalan berkelanjutan.

Dukungan Kecamatan Pondokmelati, pemerintah kelurahan, Forum RW, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas diharapkan memperkuat pelaksanaan program lingkungan di tingkat masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan sosialisasi, mendorong keterlibatan warga, dan membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman.

Pengurus bank sampah juga perlu menerapkan pencatatan yang tertib dan pengelolaan yang transparan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui mekanisme pengumpulan, pemilahan, serta pemanfaatan sampah yang dikelola.

Keterlibatan warga secara aktif menjadi unsur penting karena sebagian besar kebiasaan pengelolaan sampah dimulai dari aktivitas sehari-hari di rumah, mulai dari memisahkan sampah organik dan anorganik hingga mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

Peresmian Bank Sampah PJM Green di RW 07 Pondok Jatimurni diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan di tingkat rukun warga.

Ke depan, keberlanjutan bank sampah dapat didukung melalui edukasi rutin, partisipasi aktif masyarakat, kerja sama dengan pihak pengangkut atau pengolah sampah, serta evaluasi berkala terhadap hasil pengelolaannya.

Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan warga, Bank Sampah PJM Green diharapkan berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan Pondok Jatimurni yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Tim BMO Korwil Jabodetabek)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.