Kutacane, Berita Merdeka Online – Pembangunan 70 unit rumah dhuafa dengan dana sebesar Rp. 3,5 miliar, dana infaq dari Baitul Mal Aceh Tenggara (Agara) pada Tahun Anggaran 2021 digelontorkan untuk masyarakat yang tergolong tidak mampu atau kaum dhuafa.

Program Pembangunan Rumah Dhuafa (PRD) itu dengan dana Rp 50 juta per unit, berdasarkan hasil investigasi 23 Desember lalu dugaan masalah itu muncul mulai dari kualitas “Batako” yang diperuntukkan untuk pembuatan dinding rumah, pasalnya,
kondisinya sangat miris, dimana batako tersebut diduga rapuh dan mudah pecah.

” Bahkan jika diremas dengan tangan kosong batako tersebut bisa terkelupas”.

Selain batako, mencuat juga kabar dugaan pemotongan anggaran dari pembangunan PRD senilai Rp 2,5 juta per satu unit, kabarnya pemotongan itu diperuntukkan untuk pembuatan prasasti dan penyusunan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Penjabat Baitul Mal Agara, Masdin, membenarkan adanya pemotongan 2.5 juta per unit dari dana PRD tersebut, kata Masdin, dia juga menangani dua unit rumah.

” Saya menangani dua unit rumah, satu unit rumah dipotong Rp 2.5 juta dari pagu pembangunan rumah tersebut”, kata Masdin, baru-baru ini kepada ketua PWI dan beberapa wartawan.

Masdin menjelaskan, uang PRD itu ditransferkan pihak Baitul Mal kepada penerima rumah bantuan, kemudian penerima rumah bantuan disuruh menarik uang tersebut untuk dikumpulkan.

Setelah dikumpulkan uang itu, kemudian langsung dibawa kerumah oknum mantan penjabat Baitul Mal berinisial SA, ke Desa Rema ( Darussalam ) Kecamatan Bukit Tusam Agara.

Disanalah dilakukan pemotongan anggaran PRD itu oleh oknum mantan penjabat tersebut, Kata oknum mantan itu, sebut Masdin, dana yang potong itu diperuntukkan untuk pembuatan prasasti dan penyusunan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

” Pemotongan itu dilakukan oleh oknum mantan penjabat Baitul Mal, dan transaksi pemotongan itu dirumah pribadi oknum mantan penjabat tersebut”, beber Masdin. (Basri)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.