Berita Merdeka Online, MUSI RAWAS – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Beliti yang berlokasi di Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Tepat nya berada di depan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika, yang sudah dikerjakan diawal bulan Oktober 2021 oleh pihak rekanan, dan selesai pengerjaan pembangunan RSUD tersebut akhir bulan Desember 2021.

Proyek Pembangunan RSUD ini menelan dana Rp. 28.548.982.000,- (Dua Puluh Delapan Milyar Lima Ratus Empat Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Rupiah) yang berasal dari Dana Bantuan Gubernur (Bangun).

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala dinas PU CK TR-P Kabupaten Musi Rawas Ardi Irawan, ST saat diwawancarai awak media melalui sambungan telepon seluler minggu (5/12/21). ” Ya memang benar pembangunan RSUD Muara Beliti sekarang lagi di kerjakan. Proyek tersebut di kerjakan oleh PT Wijaya Perdana dengan masa pengerjaan 102 hari, ” ungkap Ardi.

Masih menurut Ardi Pembangunan RSUD Muara Beliti itu dibangun lima tingkat. untuk sekarang ini pengerjaannya sudah mencapai 70%, tetapi pengerjaannya hanya sampai tegak payung (ngatap). Pengerjaan Pembangunan RSUD untuk tahun 2021 ini hanya sebatas tegak payung (ngatap) untuk ruangan instalasi rawat inap atau rawat jalan. sedangkan untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) nya belum dikerjakan karna dananya tidak mencukupi sampai selesai. Insya Allah awal tahun 2022 nanti pengerjaannya akan kita lanjutkan kembali sampai selesai. Ujar Ardi menuturkan.

Lanjut menurut Ardi untuk Anggaran karna Musi Rawas akan kembali mendapat Bantuan Gubernur Sumsel dan bantuan yang diterima sekitar Rp.40- 50 Milyar untuk di tahun 2022, jadi total dana keseluruhan untuk pembangunan RSUD tersebut sampai selesai sekitar Rp. 80 Milyar. jelas Ardi.

Masih dikatakan Ardi, kenapa RSUD Muara beliti ini dibangun, karna rencana kedepannya RS Sobirin itu akan dikelola oleh Provinsi. dan RS Umum Dhuafa kedepannya nanti akan digunakan husus untuk RS Pecandu narkoba, RS Paru serta RS Jiwa, jadi peruntukannya lebih untuk melingkupi daerah Musi Rawas, Muratara dan Kota Lubuklinggau.
” Sehingga kalau mau rujukan tidak perlu lagi ke Palembang, ” pungkas Ardi. (Heru)