Lebong, Beritamerdekaonline.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebong provinsi Bengkulu mendapatkan kunjungan perwakilan Duta Besar Denmark dan IPA Denmark Company, Anders Voss sengaja mendatangi Kabupaten Lebong dalam rangka survei potensi agrowisata pada,selasa (02/01/2024).

Anders Voss bahkan langsung melakukan audiensi dengan Bupati Lebong, Bupati Lebong Kopli Ansori, S.Sos dan Wakil Bupati Lebong Drs. Fahrurrozi, M.Pd di Dampingi Staf Ahli Bupati, Asisten, BPN, Pertanian, Perindagkop dan Nakertrans.

Dalam audiensi Anders mengaku tertarik dengan potensi wisata seperti arung jeram dan paralayang di Kabupaten Lebong. Dalam waktu dekat pihaknya akan merumuskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong terkait pengelolaan agrowisata.

“Kami tertarik pada kabupaten lebong dan Kami juga akan membawa lebih banyak mitra IPA Denmark Company ke Lebong dalam rangka promosi investasi,” Ucap Anders.

Di akuinya potensi wisata dan pertanian yang ada di Lebong sangat berpeluang mendatangkan uang bagi Pemkab Lebong. Mengingat konsep agrowisata yang akan dikembangkan merupakan potensi alam.

”jika ada kesepakatan nanti, kami siap berinvestasi memajukan Lebong melalui program agrowisata,”jelas Anders.

Sementara Bupati Kopli memastikan siap menjalin kerja sama dengan investor dari IPA Denmark Company. Syaratnya pihak investor harus melibatkan masyarakat lokal dalam rangka menghidupkan peluang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

”Intinya saya ingin yang terbaik untuk kabupaten Lebong,terutama pemasukan daerah juga harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Kopli.

Disampaikannya bahwa Pemkab Lebong masih melakukan kajian untuk merumuskan draf kerja samanya. Dalam hal ini Pemkab Lebong dan pihak investor akan melakukan peningkatan sarana dan prasarana penunjang.

”Kita Tingkatkan penunjang sarana dan Prasarana daerah terlebih dahulu, Mudah-mudahan dengan akan terjalinnya kerja samanya ini, sehingga potensi Lebong untuk bisa menjadi rujukan wisata, khususnya agrowisata skala internasional, minimal di Provinsi Bengkulu akan terealisasi,” demikian Kopli. (ADv)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.