Tegal, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kabupaten Tegal bekerja sama dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tegal dan Komunitas Perempuan Berkebaya menggelar acara Preview Film “Suamiku Lukaku” serta talkshow bertema “Nyawiji Mbangun Tegal Luwih Apik: Ibu Kuat, Keluarga Sejahtera, KDRT Minggat!”. Kegiatan berlangsung di Gedung PMI Kabupaten Tegal lantai dua, Kamis (4/12/2025).

Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Ibu, 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, serta hari ulang tahun ke-11 Komunitas Perempuan Berkebaya, sehingga semakin memperkuat pesan edukatif tentang pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di masyarakat.

Talkshow dipandu oleh Telly Nathalia, Sekretaris Jenderal IWO sekaligus Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya. Sejumlah narasumber hadir memberikan pandangan dan data penting, antara lain:

  • Dra. Dyah Lies, M.M, Kepala UPTD PPA Kabupaten Tegal
  • AKP Luis Beltran Krisnandhita Marissing, STK, SIK, MH, mewakili Kapolres Tegal
  • Viva Westi, Sutradara Film “Suamiku Lukaku”

Para narasumber memaparkan tantangan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan urgensi edukasi publik berbasis literasi media.

 

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Amir Machmud, menekankan bahwa KDRT bukan semata kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal dan psikis yang sering kali tidak terlihat.

Sekda memaparkan data 1.926 kasus perselisihan keluarga, 64 kasus pemisahan pihak, dan 2 kasus KDRT fisik yang tercatat di Kabupaten Tegal.

“Meskipun jumlah KDRT fisik terlihat kecil, setiap kasus harus ditangani secara serius. KDRT juga mencakup kekerasan non-fisik seperti pelecehan verbal dan tekanan psikis,” ujarnya.

Pemkab Tegal berkomitmen memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui pendampingan, edukasi anti-kekerasan, serta peningkatan peran tokoh agama, media, dan komunitas dalam membangun keluarga bebas kekerasan.

Ketua IWO Kabupaten Tegal Achmad Sholeh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Sinemart dan Pemda Tegal. Menurutnya, film “Suamiku Lukaku” sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“KDRT masih menjadi persoalan serius di Tegal. Melalui film dan diskusi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih sadar, lebih peka, dan memahami solusi yang tersedia bagi korban,” katanya.

Sholeh juga mengajak anggota IWO untuk terus menyuarakan isu KDRT secara profesional dan beretika, serta memberikan informasi yang akurat kepada publik.

Moderator sekaligus tokoh penggerak Komunitas Perempuan Berkebaya, Telly Nathalia, menegaskan bahwa film dapat menjadi sarana efektif untuk mengedukasi masyarakat mengenai kekerasan dalam rumah tangga.

Kegiatan ini, katanya, sejalan dengan visi komunitasnya dalam pemberdayaan perempuan. Selain itu, momen ini juga bersamaan dengan perayaan satu tahun ditetapkannya kebaya sebagai warisan budaya dunia oleh lima negara, termasuk Indonesia.

Telly menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tegal, aparat penegak hukum, serta organisasi perempuan yang turut mendukung penyelenggaraan acara edukatif ini. (IWO)

Editor: Redaksi


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.