SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah mengkaji sejumlah solusi untuk mengatasi robohnya jembatan akses warga di Kampung Tambaksari, RW 7, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu. Jembatan swadaya warga tersebut roboh sekitar dua pekan lalu akibat derasnya aliran Sungai Beringin.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan penanganan jembatan masih memerlukan kajian mendalam karena terkendala status kepemilikan lahan. Selain itu, Pemkot juga harus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.

“Ini masih kami kaji opsinya karena tanah di lokasi jembatan bukan milik pemerintah. Kalau pemilik lahan berkenan, tentu bisa diserahkan ke pemerintah,” kata Agustina, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, jembatan yang roboh berdiri di atas lahan milik warga dan saat ini pemilik lahan tidak mengizinkan pembangunan kembali di lokasi tersebut. Sementara rencana pembangunan jembatan oleh BBWS saat kegiatan normalisasi sungai juga masih terkendala persoalan sengketa lahan.

Kondisi jembatan di RW.7 Mangkang Wetan yang roboh
Anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan perahu getek akibat jembatan penghubung di RW.7 Mangkang Wetan roboh.(day)

Agustina menyebut, apabila pemilik lahan tetap tidak berkenan, Pemkot akan mencari alternatif lain dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah, meski konsekuensinya posisi jembatan harus digeser dari lokasi semula.

“Kami komunikasikan dulu dengan pemilik lahan. Jika tidak memungkinkan, maka akan dicari lahan Pemkot dan pembangunan jembatan digeser,” jelasnya.

Terkait jalur alternatif yang saat ini digunakan warga meski harus memutar dan cukup sulit dilalui saat hujan, Pemkot meminta pemangku wilayah untuk memastikan status kepemilikan lahan akses tersebut.

Sementara itu, Camat Tugu, Eko Agus Padang, mengatakan warga berencana membangun jembatan darurat melalui kerja bakti dalam waktu dekat. Pembangunan jembatan sementara tersebut menggunakan anggaran swadaya masyarakat dan dibantu anggaran swakelola kecamatan.

Ia juga mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas menggunakan sampan atau perahu, mengingat curah hujan masih cukup tinggi.(day)