Beritamerdekaonline.com, Aceh Timur – Situasi pendidikan di Aceh Timur semakin mengkhawatirkan dengan kondisi yang jauh dari baik. Di tengah upaya pencitraan yang dilakukan oleh Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, siswa-siswa terpaksa belajar di lantai karena minimnya fasilitas yang memadai.
Baca Juga: Heboh Spanduk Ucapan Pj Bupati Aceh Timur: Hanya dari Plt Dinas Pendidikan
Pada Kamis (18/07/2024), terlihat puluhan siswa di SMPN 2 Idi Tunong, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, harus belajar di lantai. Menurut salah satu guru di sekolah tersebut, kondisi ini terjadi karena kurangnya sarana dan prasarana, terutama mobiler. Beberapa kali usulan bantuan kursi telah diajukan ke pihak dinas, namun hingga kini belum ada kejelasan. “Bantuan kursi baru akan direalisasi tahun 2025, sementara ruang belajar sangat terbatas,” ujarnya. Untuk mengatasi situasi mendesak ini, sekolah berencana menggunakan dana BOS untuk memesan kursi, daripada menunggu bantuan dari Dinas Pendidikan yang tak kunjung datang.
Baca Juga: Pelaksana Tugas Dikjar Aceh Timur Langsung Pelisiran ke Jakarta Setelah SK Terbit
Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, yang sibuk mencari pencitraan di hadapan PJ Bupati Amrullah M. Ridha, seolah mengabaikan permasalahan mendasar yang ada. Sejak pelantikan PJ Bupati beberapa pekan lalu, Plt lebih fokus pada upaya pencitraan daripada memperbaiki kondisi pendidikan. Mulai dari kiriman papan bunga hingga berbagai upaya “cari muka” di hadapan PJ Bupati, semuanya menunjukkan ketidakseriusan Plt dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: POPDA Aceh Timur Dianggap Noda Tahun Baru Islam dengan Panggung Hiburan
Salah satu staf Dinas Pendidikan Aceh Timur, Munawir Sazli, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kinerja Plt saat ini. “Selama dijabat oleh Plt sekarang, dunia pendidikan kian amburadul. Plt lebih memikirkan kepentingan pribadinya untuk diangkat menjadi kepala dinas definitif, daripada memikirkan kemajuan pendidikan,” kata Munawir. Ia berharap PJ Bupati segera mengevaluasi kinerja Plt yang tidak profesional dan tidak fokus pada dunia pendidikan. “Plt sekarang tidak mampu memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia hanya seorang Plt karbitan yang lemah dalam menjabat,” tambah Munawir.
Penulis: TIM BMo Aceh Timur




Tinggalkan Balasan