Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dalam upaya memperkokoh fondasi gerakan membaca dan menulis di Bumi Merah Putih, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Maret 2026 ini, dipusatkan di Hotel Cordela Inn, Kota Bengkulu.

Perkuat Manajemen Komunitas, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Gelar Pembinaan Literasi 2026.


‎Kegiatan strategis itu menghadirkan 30 komunitas penggerak literasi terpilih dari berbagai penjuru Provinsi Bengkulu.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd., yang didampingi oleh Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Mariam Tomy, S.E., M.Ak.

‎Dalam pidato pembukaannya, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd. menekankan pentingnya profesionalitas dalam pengelolaan komunitas. Beliau berharap agar sinergi selama tiga hari ini dapat membuahkan hasil nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas manajemen organisasi literasi di tingkat akar rumput.

‎”Komunitas adalah ujung tombak. Melalui pembinaan ini, kita ingin memastikan bahwa para penggerak literasi memiliki kecakapan manajerial yang mumpuni agar program-program yang dijalankan lebih berdampak dan berkelanjutan,” ujar Meri Sasdi.

‎Para peserta dibekali dengan kurikulum pelatihan yang padat dan aplikatif. Pada hari pertama, fokus diarahkan pada aspek administratif dan kebijakan. Mariam Tomy, S.E., M.Ak. memaparkan arah kebijakan literasi nasional, disusul oleh Dr. Rio Kurniawan, M.Pd. dari Universitas Bengkulu yang mengupas tuntas teknik penyusunan proposal, Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga pelaporan kegiatan yang akuntabel.

‎Memasuki hari kedua, suasana semakin dinamis dengan kehadiran praktisi lapangan. Ari Anggoro, S.Pi., M.Si. dari Komunitas LATUN memberikan wawasan mengenai penyusunan profil dan perancangan program kreatif. Selain itu, aspek komunikasi publik menjadi sorotan utama saat Sandra Hidayat, M.Pd. dari Public Speaking Academy melatih para peserta untuk meningkatkan kapasitas berbicara di depan umum guna menggaet dukungan masyarakat.

‎Tak kalah penting, Dani Fazli, S.T. dari Komunitas Onschool Indonesia membedah strategi perancangan skema kaderisasi serta cara membangun jejaring dan kemitraan literasi yang luas. Hal ini bertujuan agar komunitas tidak hanya bergantung pada satu sosok, melainkan memiliki sistem regenerasi yang sehat.

‎Pada hari penutup, Selasa (10/3), materi beralih pada substansi bahan bacaan. Hellen Astria, M.Pd., selaku Ketua Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, memaparkan materi mengenai pemanfaatan buku bermutu dalam program pemberdayaan masyarakat. Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai komitmen konkret peserta setelah kembali ke daerah masing-masing.

‎Langkah Balai Bahasa Provinsi Bengkulu ini merupakan pengejawantahan dari program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang diusung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sebagai perpanjangan tangan di daerah, Balai Bahasa berkomitmen untuk terus mengawal peran komunitas dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis. Melalui pembinaan ini, diharapkan gairah literasi di Provinsi Bengkulu tidak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan menjadi napas kehidupan dalam bermasyarakat.