Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Dewan Pembina Aris Wiyono menegaskan, semakin membuktikan bahwa Menteri ATR/ BPN, Sofyan Djalil dan Pemerintah Daerah Sumatera Utara (Pemda Sumut) masih menganggap masalah petani yang melakukan aksi jalan Medan – Istana Merdeka adalah hal yang biasa.
“Pemerintah menganggap masalah yang biasa saja dan lebih mementingkan kepentingan yang lain dan itu tidak mendesak adanya,” ujar Aris pada awak media.
Dan yang lebih mengejutkan, kata Aris, dari tanggal 28 Juli 2020 sampai tanggal 29 Juli 2020 hari ini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ke Sumatera Utara melaksanakan Rapat Koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajarannya.
“Namun, bukan membahas soal Konflik Agraria yang terjadi di Desa Simalingkar dan Sei Mencirim yang petaninya sedang berjalan kaki mencari keadilan dan telah berjalan kaki menempuh jarak ribuan kilometer ini,” tandasnya.
Aris menilai, ini gambar keprihatinan, malahan Pimpinan Pusat dan Daerah justru membahas persoalan tanah Landasan Udara (Lanud) Polonia – Medan yang akan dipindahkan ke kabupaten Langkat. “Juga membahas soal penyerahan sertifikat untuk Islamik Center yang merupakan aset Pemda yang dibeli dari tanah eks HGU PTPN II, apakah ini sebuah prioritas kerja?” tandas Aris.
Petani tetap konsisten, melakukan aksi jalan kaki yang sudah mencapai 35 hari ini, Dewan Pembina SPSB – STMB, Aris Wiyono menuturkan kalau kelompok tani asal kabupaten Deli Serdang ini akan terus berjalan hingga titik penghabisan dengan mendirikan tenda didepan Istana Merdeka.
“Dari tanggal 25 Juni 2020 sampai dengan 29 Juli 2020 terhitung 35 hari sudah, dan ribuan kilometer jaraknya walaupun ada dinamika yang dilalui,” kata Aris Wiyono pada awak media, rabu siang, di Jakarta (29/7/2020).
Kekuatan kelompok Petani ini, kata Aris, adalah kekuatan bersama rakyat lainnya.
“Seperti sambutan kawan-kawan Walhi, Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), kelompok Nadhatul Ulama, kawan-kawan Gerakan Buruh dan Penggiat Agraria lainnya ikut serta turun ke jalan,” ujar Aris.
Kemarin malam, kelompok aksi jalan kaki ini, juga sempat disambut dan menginap di gedung Islamic Center Sukadana, Lampung meneruskan perjalanan ke Palembang.
“Kami akan terus berjalan dan akan segera tiba di Pelabuhan Merak dan kami pastikan kami akan bertenda didepan Istana Merdeka hingga kami mendapatkan keadilan dari negara, yaitu tanah bersertifikat sebagai bentuk kepastian hukum, dan kami ingin memastikan negara benar-benar bisa menjamin keberadaan dan kesejahteraan kami,” tandasnya. (ams)
Editor: (Mitra Pizer)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan