Padang lawas, SUMUT | Beritamerdekaonline.com — Pesta demokrasi tingkat Desa di Kabupaten Padang Lawas (Palas) untuk mencari pemimpin yang layak mampu membawa perubahan, bisa mengayomi dan melindungi masyarakat di desanya masing masing hendaknya jangan di kotori dengan namanya Money Politik.

Demikian tegas Parulian selaku Tokoh Pemuda Padang Lawas saat berbincang-bincang dengan Beritamerdeka di Sibuhuan Sabtu (22/10) , sambil menjelaskan bahwa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) gelombang ke-II akan di gelar pada 14 Desember 2022 mendatang, yang akan di ikuti 103 Desa se Padang Lawas untuk memperebutkan kursi Orang nomor satu di Desa masing-masing, tentu hal ini tidak terlepas dari peran warga masyarakatnya untuk membawa kemana arah Desanya, apakah hendak menjadikan Desanya semakin maju atau semakin mundur.

Terkait Hal itu, Parulian dengan tegas menyampaikan agar para calon sepakat membuat Komitmen untuk tidak melakukan Politik Uang ( Saweran ), Calon Kepala Desa yang akan bertarung nanti menjauhi yang namanya Money Politik

Kondisi politik seperti itu akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat kita di setiap Desa, Nampaknya Politik uang sudah menjamur di Padang Lawas, hal yang sangat kita sayangkan bila kebiasaan itu tidak bisa kita hentikan, dimana dalam memilih kepala desa saja harus mengandalkan kekuatan uang bukan lagi mengandalkan ide dan gagasan yang menjadi sebuah visi misi untuk membangun desanya, kapan lagi desa kita akan maju, Ucap Parulian.

Kesempatan ini, dia berpesan kepada masyarakat pada khususnya kaum pemuda agar tegas menolak politik uang dalam kontestasi itu, jika ada yang coba coba mengandalkan politik uang mari sama sama kita laporkan, dan saya sampaikan bahwa kami dari Kepemudaan untuk tahap Pilkades gelombang ke-II ini akan membuktikan bahwa yang kami ketahui sesuai bukti dan saksi benar terjadi di satu Desa tersebut money politik terjadi saweran akan kami bawa ke ranah hukum,

Disamping itu, kami juga berharap kepada Aparat Penegak Hukum agar tidak tutup mata dalam kegiatan-kegiatan transaksional yang dilakukan para kandidat Calon Kepala Desa, baik terhadap masyarakat selaku warga pemilih , pihak pemerintahan desa, juga
pihak kecamatan, kami harapkan jangan coba-coba ada main mata dengan para kandidat untuk memuluskan mereka dalam menjalankan hal hal yang dilarang dalam proses pikades tersebut, tandasnya. (Bonardon)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.