SULAWESI TENGAH (PALU), BERITAMERDEKAONLINE.COM – Jelang Natal dan Tahapan Pemilu 2024,Polda Sulteng menggelar Operasi Pekat II Tinombala 2023.operasi ini akan di gelar selama 14 Hari.
“Operasi ini dimulai besok 13 hingga 26 Nopember 2023,” kata Kabid Humas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas Kompol Sugeng Lestari, Minggu (12/11/2023).
“Operasi ini digelar dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) menjelang Natal 2023, dan sekaligus agar terciptanya situasi kondusif tahapan Pemilu 2024 yang sementara berlangsung,” katanya.
Sasaran dari operasi ini menyasar beberapa kasus penyakit masyarakat seperti, judi, miras, prostitusi, premanisme, narkoba, geng motor, balap liar dan kasus 4C Curat, Curas, Curanmor dan Curian Biasa,” ungkapnya.
Sebelum operasi ini digelar terlebih dulu dilakukan latihan Pra Operasi (Latpraops) Pekat II Tinombala 2023. Dalam amanat Kapolda Sulteng yang dibacakan Wakapolda Brigjen Pol.Soeseno Noerhandoko mengatakan, pekat adalah singkatan dari penyakit masyarakat.
“Penyakit masyarakat atau penyakit sosial merupakan suatu keadaan yang dianggap tidak sesuai norma hukum yang berlaku, adat istiadat kebiasaan dan norma agama,” ujarnya.
Penyakit masyarakat bukan hal baru ditengah penyelenggaraan pemerintah daerah. Akhir-akhir ini penyakit masyarakat hampir tidak pernah absen di media mainstream atau media sosial.
“Sasaran penyakit masyarakat bukan hanya anak-anak muda,tetapi juga orang dewasa dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pegawai negeri sipil,TNI dan Polri,” jelasnya.
Operasi pekat ini sebagai upaya penanggulangan penyakit masyarakat dan menekan kasus 4C (Curat, Curas, Curanmor dan Curian biasa) dalam rangka harkamtibmas yang kondusif menjelang perayaan natal 2023 dan tahapan Pemilu 2024.
Kepada seluruh jajaran yang terlibat operasi untuk menghindari tindakan yang arogan dan over acting serta menjunjung tinggi hak asasi manusia saat berhadapan dengan pelaku penyakit masyarakat.
Selain itu, ia menekanlan agar untuk memaksimalkan peran semua satgas, sehingga mencapai target yang diharapkan.Selain melakukan penegakkan hukum lakukan juga pencegahan.
Kepada personel yang terlibat operasi ini agar mengoptimalkan dan harus mampu menekan kejahatan konvensional di Wilayah hukum Polda Sulteng.
“Setiap selesai kegiatan lakukan apel konsolidasi untuk mengecek kembali personel dan perlengkapan, serta mengkaji kembali kendala yang ditemui dilapangan,sehingga target dan sasaran dapat tercapai dengan baik,” pungkas Wakapolda. (Rls/Alm)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan