Seluma, Beritamerdekaonline.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Mega Sulastri, S.Sos., menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kabupaten Seluma. Dalam kegiatan tersebut, warga dari sejumlah desa menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur hingga bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran.

Warga Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi, mengeluhkan kondisi pelapis tebing dan gorong-gorong yang tidak berfungsi optimal. Mereka meminta agar aspirasi tersebut disampaikan kepada Gubernur Bengkulu serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu. Menurut warga, gorong-gorong yang tersumbat menyebabkan air meluap setiap kali hujan turun sehingga merendam rumah penduduk.
Selain persoalan banjir, warga Desa Talang Perapat dan Desa Tanjung Seluai juga menyoroti penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka menilai terdapat penerima bantuan yang tidak memenuhi kriteria, sementara warga yang dinilai layak justru belum terakomodasi.
Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan pendataan ulang agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Ketepatan sasaran dinilai sangat penting untuk menjaga keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.
Dalam kesempatan yang sama, warga Desa Tanjung Seluai mengusulkan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Talang Perapat dan Desa Tanjung Seluai. Jembatan tersebut dinilai vital karena menjadi akses utama masyarakat menuju lahan pertanian dan perkebunan, sekaligus sebagai penghubung ke jalan lintas.
Menurut warga, kondisi akses saat ini menyulitkan mobilitas, terutama ketika musim hujan. Pembangunan jembatan diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mega Sulastri menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di tingkat provinsi. Ia berkomitmen menyampaikan keluhan warga kepada pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi dan dinas teknis.
“Reses merupakan momentum bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua aspirasi akan kami sampaikan dan perjuangkan sesuai kewenangan di tingkat provinsi,” ujarnya.
Mega berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dapat ditingkatkan guna mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur dan sosial di wilayah tersebut. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan di Kabupaten Seluma diharapkan berjalan lebih merata serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan