PESAWARAN, Berita Merdeka Online — Di tengah pembangunan yang terus berjalan di Kabupaten Pesawaran, masih terdapat warga yang menghadapi persoalan tempat tinggal dengan kondisi memprihatinkan.
Sanariah dan Sarnubi, warga RT 002/RW 001, Dusun Induk, Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran, mengaku telah bertahan selama bertahun-tahun di rumah yang menurut mereka semakin tidak layak dan mengkhawatirkan untuk ditempati.
Rumah yang dihuni bersama keluarga tersebut disebut telah berdiri sekitar 20 tahun. Seiring bertambahnya usia bangunan, sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan, mulai dari atap yang berlubang hingga kondisi dinding dan tiang penyangga yang dinilai membutuhkan perhatian.
Kondisi tersebut membuat keduanya merasa cemas, terutama ketika hujan deras disertai angin melanda wilayah tempat tinggal mereka.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi rumah kami. Rasanya tinggal menunggu waktu kalau sampai roboh. Atapnya sudah banyak yang berlubang, dinding dan tiangnya juga sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan disertai angin, kami benar-benar takut,” ujar Sanariah bersama Sarnubi.
Selain persoalan kerusakan bangunan, Sanariah dan Sarnubi juga menghadapi persoalan banjir. Mereka mengatakan rumahnya kerap terdampak genangan ketika debit air Sungai Way Ratai meningkat pada musim hujan.
Menurut keduanya, posisi rumah yang lebih rendah dibandingkan sejumlah rumah di sekitar membuat air lebih mudah masuk ke halaman dan bagian dalam rumah ketika terjadi luapan.
“Kalau musim hujan, rumah kami selalu kebanjiran. Letaknya memang lebih rendah dibandingkan rumah tetangga. Kalau air Sungai Way Ratai meluap, rumah kami termasuk yang lebih dahulu terendam,” ungkap mereka.
Kondisi rumah yang rusak ditambah ancaman genangan membuat keluarga tersebut berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Mereka mengaku tidak memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
“Kami ingin memperbaiki rumah, tetapi tidak punya biaya. Kalau kami punya uang, tentu sejak dulu rumah ini sudah kami perbaiki. Tolong sampaikan kepada Ibu Bupati dan DPRD Pesawaran, kami sangat membutuhkan perhatian,” kata Sanariah.
Sanariah dan Sarnubi berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi rumah mereka dan memberikan informasi mengenai kemungkinan memperoleh bantuan perbaikan rumah apabila memenuhi persyaratan program yang tersedia.
Mereka juga mengaku mendengar adanya warga Pesawaran yang memperoleh bantuan perbaikan rumah melalui program Baznas. Namun, terkait apakah keluarga mereka memenuhi kriteria penerima bantuan, hal tersebut menurut mereka perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.
“Kami juga masyarakat Pesawaran. Kami hanya ingin rumah kami bisa diperbaiki agar lebih aman untuk ditempati. Kami mohon kepada Ibu Bupati dan bapak-bapak anggota DPRD agar melihat kondisi kami. Kalau memang ada program bantuan dan kami memenuhi persyaratan, kami berharap dapat dibantu,” pinta mereka.
Permintaan tersebut sekaligus membuka pentingnya pendataan dan verifikasi terhadap rumah yang masuk kategori tidak layak huni di tingkat desa maupun kecamatan.
Verifikasi diperlukan untuk mengetahui kondisi fisik bangunan, tingkat kerusakan, status kepemilikan atau penguasaan rumah, kondisi sosial ekonomi penghuni, serta potensi risiko keselamatan yang dihadapi keluarga.
Bagi Sanariah dan Sarnubi, persoalan rumah bukan semata-mata mengenai kerusakan atap, dinding maupun tiang bangunan. Kondisi tersebut berkaitan langsung dengan rasa aman keluarga ketika menempati rumah, khususnya saat musim hujan.
Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran, DPRD Pesawaran, pemerintah desa, serta lembaga terkait dapat meninjau kondisi rumah tersebut secara langsung.
Mereka juga berharap setiap kemungkinan bantuan dapat ditempuh melalui prosedur dan persyaratan yang berlaku, sehingga kondisi keluarga mereka dapat dinilai secara objektif melalui verifikasi lapangan.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kelayakan Sanariah dan Sarnubi sebagai penerima program bantuan serta bentuk bantuan yang mungkin tersedia masih memerlukan verifikasi dari pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Bagi keluarga tersebut, perhatian dan pemeriksaan langsung menjadi langkah yang mereka harapkan agar kondisi tempat tinggal yang selama ini dikhawatirkan dapat memperoleh solusi sesuai ketentuan. (Eti)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan