Kutacane, Berita Merdeka Online — Satu unit rumah warga Desa Lawe Sumur, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara (Agara) terbakar, Selasa (07/06/2022) sekira pukul 13.30 WIB.

Informasi dihimpun dari postingan akun Deni SP di facebook, Selasa (07/06/2022) mengaku warga Babul Rahmah merasa kecewa kepada intansi BPBD Agara, pukul 13.30 WIB, terjadi musibah kebakaran di Desa Lawe Sumur, Kecamatan Babul Rahmah, saat kejadian kebakaran masyarakat Babul Rahmah menghubungi pihak BPBD, namun tidak ada jawaban.

“Kami pihak masyarakat beberapa kali mencoba menghubungi pihak intansi BPBD melalui via seluler, namun tidak jawaban, bahkan saya sendiri mencoba menghubungi beberapa kali, namun tak ada jawaban”, tulisnya diakun facebook pribadinya.

Postingan Deni SP di facebook akun pribadinya menyebutkan, Innalillahi wainnalilhahi rojiun..

Kami masyrakatat khusus y babul rahmah benar2 sangat kecewa kepada intastansi Bpbd Kabupaten Aceh Tenggara #DAMKAR,
Kenapa tidak,barusan terjadi pukul 13:30 barusan musibah kebakaran didesa lawe sumur alas kec babul rahmah yg memakan 2 unit rumah warga,
Kami pihak masyarakat beberapa kali mencoba menghubungi pihak instansi BPBD melalui via seluler,namun tak Ada jawaban,bahkan sya sendiri mencoba menghubungi beberapa Kali,nanun tak Ada jwban.
Tpi allhamdulillah,berkat kerja sama masyarakat sijago merah berhasil kami padam kan bersama sama..

Bagaimana tanggapan anda tentang bpbd agara ini 🙏🙏🙏
Colek Kalaksa Nazmi Desky

Kalaksa BPBD Agara, Nazmi Desky, mengatakan petugas Damkar sudah berupaya menuju ke lokasi, namun jarak tempuh Posko Damkar yang berada di pusat Kota Kutacane dan Pos Selter lawe alas jarak tempuh cukup jauh ke lokasi kejadian sehingga butuh waktu.

” Mobil  pemadam  hampir tiba di lokasi kebakaran, api sudah padam, jadi Babinsa setempat menyarankan untuk balik arah dan tidak sampai ke lokasi kebakaran “, kata Nazmi.

Sementara, Kapolsek Babul Rahmah Iptu Demson Manurung  membenarkan atas kejadian itu. Diperkirakan hanya 30 menit satu unit rumah yang terbuat dari kayu itu ludes terbakar dan satu lainya terpaksa di bongkar oleh warga untuk menghindari rembetan api.

Dalam kejadian tersebut, mobil pemadam kebakaran terlambat tiba di lokasi, sehingga pemadaman api di lakukan secara swadaya oleh warga, dan di bantu TNI/Polri Koramil dan personil Polsek setempat.

” Damkar terlambat tiba di lokasi mungkin karena jarak tempuh cukup jauh dari posko Damkar sehingga api cepat membesar dan melalap rumah warga, sebut Kapolsek Manurung.

Sebut Demson Manurung, upaya warga berhasil memadamkan api setelah 30 menit kemudian hingga kobaran api tidak meluas kepemukiman warga lainya.

“Berkat upaya warga dan dibantu pihak TNI/Polri, api dapat dipadamkan setelah 30 menit kemudian”, ucap Manurung. (HB)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.