Serdang Bedagai, Berita Merdeka Online – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, sejak Rabu malam (16/10/2025) menyebabkan sejumlah sekolah dan perkantoran tergenang banjir. Air yang tak kunjung surut membuat aktivitas belajar dan pelayanan publik terganggu sejak pagi hari.
Di SD Negeri 101931 (SD 3) Perbaungan, air setinggi mata kaki hingga betis tampak memenuhi ruang kelas. Kepala sekolah, Hj. Nurakhilina Nasution, S.Pd., M.Pd., mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. “Sudah lebih dari empat tahun sekolah kami jadi langganan banjir. Dulu tidak pernah seperti ini, tapi beberapa tahun terakhir setiap hujan deras pasti air masuk ke kelas,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berulang kali melayangkan surat permohonan penanganan ke Dinas PU PR dan Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Kami sudah sering menyurati dinas terkait, tapi belum ada solusi. Kasihan anak-anak kami, belajar pun harus berendam air,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, pihak sekolah sering kali terpaksa memulangkan siswa lebih awal ketika hujan turun deras. “Kami khawatir anak-anak terkena penyakit kulit atau gatal-gatal, makanya kalau hujan deras, kami minta mereka pulang saja,” tambah Nurakhilina.
Selain kegiatan belajar, aktivitas distribusi MBG (Makanan Bergizi Gratis) juga terganggu. Meski demikian, sekolah tetap berusaha membagikan paket makanan kepada siswa yang datang ke sekolah. “MBG sudah tiba sejak pukul delapan pagi. Kami tetap bagikan, tapi situasi banjir ini memang menyulitkan,” jelasnya.
Kepala sekolah berharap pemerintah segera turun tangan menangani banjir yang kerap melanda sekolah mereka. “Kami mohon perhatian dari dinas terkait, agar sekolah kami tidak lagi disebut SD banjir. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman,” pungkasnya.
Banjir di Perbaungan kali ini juga merendam beberapa rumah warga di sekitar sekolah. Warga berharap adanya perbaikan sistem drainase agar air hujan tidak lagi menggenangi pemukiman dan fasilitas umum setiap musim penghujan datang.
Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak cepat. Pembangunan saluran air dan sistem resapan menjadi solusi mendesak agar pendidikan dan pelayanan publik di Serdang Bedagai tidak terus-menerus lumpuh setiap kali hujan turun. (M Yamin Nasution – berita merdeka online)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan