Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) berencana menggelar deklarasi pendirian organisasi sebagai wadah berhimpun insan media lintas platform dan jurnalis. Deklarasi AMJ dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Hotel Mercure Bengkulu. Kegiatan ini menjadi tonggak awal lahirnya organisasi profesi yang diharapkan mampu menjawab tantangan dunia media di tengah pesatnya transformasi digital.

‎Siap Dideklarasikan, Pendiri AMJ Wibowo Susilo: Ini Wadah Kolaborasi Media dan Jurnalis Era Digital.


‎AMJ hadir sebagai respons atas dinamika dan perubahan signifikan dalam ekosistem informasi. Perkembangan teknologi digital telah mengaburkan batas antara media konvensional dan media baru, khususnya media sosial. Kondisi tersebut menuntut adanya ruang kolaboratif yang mampu menyatukan berbagai elemen media agar tetap berjalan secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab.

‎Organisasi ini dirancang untuk mewadahi tiga elemen utama. Pertama, platform media sosial yang mencakup penggiat media sosial, konten kreator, influencer, serta jurnalis warga. Kedua, media siber atau media daring yang berbadan hukum Indonesia. Ketiga, jurnalis atau wartawan yang bekerja secara profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

‎Tujuan dibentuknya AMJ adalah menjadi wadah berhimpun bagi media sosial, media siber, dan jurnalis dalam mencapai kepentingan bersama. AMJ berkomitmen mendorong praktik bermedia yang profesional, beretika, taat hukum, dan bertanggung jawab. Selain itu, organisasi ini juga bertujuan memperkuat peran media sebagai saluran informasi publik, sarana edukasi, kontrol sosial, serta salah satu pilar penting demokrasi.

‎AMJ mengusung visi mewujudkan media dan jurnalis yang produktif, kompeten, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa di berbagai bidang pembangunan. Visi tersebut dirumuskan sebagai landasan untuk membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan di era digital.

‎Untuk mewujudkan visi tersebut, AMJ menetapkan sejumlah misi utama. Di antaranya menjamin keberlangsungan dan eksistensi media serta jurnalis, meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan etika bermedia, melindungi serta memperjuangkan kepentingan media dan jurnalis, memanfaatkan kemajuan teknologi informasi secara bertanggung jawab, serta membangun kerja sama dan kemitraan lintas sektor yang berkontribusi pada pembangunan nasional.

‎Dalam deklarasinya nanti, AMJ mengusung tema “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital.” Tema ini mencerminkan semangat organisasi untuk mendorong sinergi antarelemen media sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

‎Penggagas sekaligus pendiri AMJ, Wibowo Susilo, S.E., menyampaikan bahwa AMJ dibentuk untuk menjawab realitas baru dunia media yang semakin terintegrasi. Menurutnya, media sosial, media siber, dan jurnalis kini berada dalam satu ekosistem informasi yang saling bergantung dan tidak dapat dipisahkan.

‎“Media sosial, media siber, dan jurnalis kini berada dalam satu ekosistem informasi yang saling bergantung. AMJ kami dirikan sebagai wadah bersama agar semua elemen ini berjalan selaras, profesional, taat hukum, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” ujar Wibowo.

‎Ia menegaskan bahwa AMJ tidak bermaksud mengaburkan peran masing-masing elemen, melainkan memperkuat kolaborasi. Media siber dan jurnalis tetap menjadi rujukan utama dalam hal akurasi dan verifikasi informasi, sementara media sosial berperan besar dalam distribusi dan perluasan jangkauan informasi kepada publik.

‎Rencana deklarasi AMJ akan diisi dengan pembacaan naskah deklarasi, penjelasan visi, misi, dan tujuan organisasi, penyampaian pernyataan pendiri, serta konsolidasi insan media dan jurnalis. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal penguatan ekosistem media yang sehat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

‎Dengan rencana deklarasi tersebut, AMJ optimistis dapat menjadi organisasi profesi yang relevan dan strategis dalam menjaga kualitas informasi publik serta memperkuat peran media dan jurnalis di era digital.