Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarullah Shiddiqiyyah se-Indonesia dan perwakilan luar negeri Malaysia menggelar Silaturahmi dan Tasyakuran Tahun Baru Hijriah ke-XXIII tahun 1447H dengan tema “Di Bumi Merah Putih Kembali ke Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara” di Gedung Balai Buntar, Kota Bengkulu, Minggu (13/07/2025).

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., bersama Kiai Muchammad Mukhtar Mu’thi dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid) Joko Herwanto, S.Sos.


‎Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus organisasi Shiddiqiyyah dan merupakan agenda tahunan yang secara bergantian daerah menjadi tuan rumah. Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid) Joko Herwanto, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensyukuri tahun baru Hijriah dan mengadakan silaturahmi.

‎Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian santunan untuk anak yatim dan fakir miskin sebanyak 100 orang, masing-masing menerima Rp250.000.

‎”Shiddiqiyyah juga sedang membangun 136 unit rumah untuk warga Indonesia yang membutuhkan, tanpa memandang suku dan agama,” ungkapnya.

‎Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini dan menyatakan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki magnet yang luar biasa, seperti yang disampaikan oleh Kiai Muchammad Mukhtar Mu’thi.

‎”Hari ini kita mendapatkan pencerahan yang luar biasa dari Pak Kiai bahwa magnet Indonesia itu terletak di Provinsi Bengkulu Bumi Merah Putih,” ujarnya.

‎Rachmat Riyanto juga menyampaikan bahwa penjelasan tentang bunga Rafflesia sebagai tanda-tanda kemerdekaan Negara Republik Indonesia merupakan sesuatu yang baru dan sejalan dengan gagasan Gubernur Bengkulu tentang Bumi Merah Putih.

‎”Ini juga menjadi sebuah metodologi yang luar biasa dengan apa yang disampaikan Pak Kiai tadi,” ujarnya.

‎Dengan demikian, kegiatan Silaturahmi dan Tasyakuran Tahun Baru Hijriah Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarullah Shiddiqiyyah dapat menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan peran Shiddiqiyyah dalam masyarakat.