Kabupaten Semarang, Beritamerdekaonline – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun 2026 Kodim 0714/Salatiga tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Di balik kesibukan pembangunan fisik, tersimpan kisah-kisah sederhana yang menggambarkan eratnya hubungan antara prajurit TNI dan warga masyarakat.

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi di Dusun Gompyong, Desa Cukil, Jumat (17/7/2026). Di sela kegiatan gotong royong pembangunan sasaran TMMD, seorang prajurit TNI tampak membantu memijat warga yang mengeluhkan pegal dan kelelahan setelah bekerja bersama Satgas TMMD.
Momen sederhana tersebut langsung menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Di bawah naungan sederhana di lokasi kegiatan, prajurit dan warga terlihat bercengkerama layaknya keluarga sendiri. Tangan terampil sang prajurit perlahan memijat bagian bahu dan punggung warga yang mulai terasa kaku akibat aktivitas fisik selama beberapa hari terakhir.

Bagi masyarakat Desa Cukil, kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD menjadi pengalaman yang berkesan. Tidak hanya bekerja bersama membangun jalan dan berbagai fasilitas umum, warga juga merasakan perhatian dan kepedulian langsung dari anggota TNI yang bertugas di desa mereka.
Salah seorang warga yang merasakan manfaat pijatan tersebut mengaku terkejut sekaligus senang atas perhatian yang diberikan anggota Satgas TMMD.

“Kami sangat senang. Selain bekerja bersama membangun desa, bapak-bapak TNI juga peduli dengan kondisi kami. Badan yang tadinya pegal terasa lebih ringan setelah dipijat. Rasanya seperti keluarga sendiri,” ungkapnya sambil tersenyum.

Menurut warga, kehadiran TNI selama pelaksanaan TMMD tidak hanya membawa pembangunan fisik bagi desa, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang membuat masyarakat merasa dekat dan dihargai.
Kegiatan gotong royong yang berlangsung setiap hari memang membutuhkan tenaga dan stamina yang tidak sedikit. Oleh karena itu, perhatian sederhana seperti membantu memijat warga yang kelelahan menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.
Prada Guruh, salah seorang anggota Satgas TMMD Reguler ke-129, mengatakan bahwa membantu masyarakat merupakan bagian dari tugas pengabdian seorang prajurit TNI. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan menjadi berarti apabila dapat meringankan beban masyarakat.

“TMMD bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan hubungan kekeluargaan dengan masyarakat,” ujar Prada Guruh.
Ia menjelaskan bahwa selama pelaksanaan TMMD, anggota Satgas tidak hanya bekerja bersama warga di lokasi pembangunan, tetapi juga berinteraksi dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Kedekatan tersebut secara alami membangun hubungan emosional yang semakin memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Suasana seperti inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama Program TMMD. Selain menghadirkan hasil pembangunan yang dapat dinikmati masyarakat, program ini juga mempererat ikatan sosial antara TNI dan warga desa.

Banyak warga mengaku merasa nyaman dengan kehadiran anggota Satgas yang tidak segan berbaur, membantu pekerjaan masyarakat, hingga berbagi pengalaman dan cerita di sela waktu istirahat. Hubungan yang terjalin tidak lagi sebatas antara aparat dan masyarakat, melainkan seperti saudara yang bekerja bersama demi tujuan yang sama.

Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil sendiri terus menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi. Berbagai sasaran fisik seperti pengecoran jalan, pembangunan fasilitas umum, serta kegiatan nonfisik terus dikerjakan secara bersama-sama oleh personel TNI dan masyarakat.
Melalui interaksi sosial yang hangat dan penuh kepedulian seperti ini, TMMD membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui beton, semen, dan material bangunan lainnya. Pembangunan juga lahir dari hubungan kemanusiaan yang kuat, rasa saling peduli, dan semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Kehangatan yang tercipta antara prajurit TNI dan warga Desa Cukil menjadi gambaran nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui slogan, tetapi hadir dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di tengah kesibukan membangun desa, sentuhan sederhana dari “tangan sakti” seorang prajurit ternyata mampu menghadirkan semangat baru, menghilangkan rasa lelah, dan mempererat tali persaudaraan antara TNI dan rakyat.
(Pendim 0714/Salatiga)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.