Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Bengkulu menyatakan dukungan penuh terhadap agenda sosial yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Bengkulu. Hal ini ditegaskan dalam momentum buka puasa bersama dan penyaluran santunan kepada 1.000 anak yatim piatu yang digelar di kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Padang Harapan, Kota Bengkulu, pada Sabtu (14/3/2026).

Ketua OKK AMPG Provinsi Bengkulu Ruli Krisna (kiri) dan Ketua AMPG Provinsi Bengkulu Emil Reza Satyagraha.


‎Ketua AMPG Provinsi Bengkulu, Emil Reza Satyagraha, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu yang menginisiasi kegiatan bernuansa religius dan sosial tersebut di bulan suci Ramadan. Menurutnya, keterlibatan aktif sayap pemuda partai dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergi untuk memperkuat peran partai di tengah masyarakat.

‎”Alhamdulillah, hari ini AMPG menyokong penuh kegiatan yang dilaksanakan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan inisiasi langsung dari Ketua DPD terkait agenda selama bulan Ramadan, yakni buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim piatu di seluruh penjuru kota,” ujar Emil Reza usai acara.

‎Dalam laporannya, Emil merincikan bahwa santunan yang diberikan kepada kurang lebih seribu anak yatim tersebut tidak hanya berupa kebutuhan logistik atau makanan, tetapi juga bantuan dana santunan. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan para anak yatim, terutama menjelang perayaan Idulfitri.

‎Emil juga menekankan bahwa kegiatan ini bukanlah agenda sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan. Berdasarkan arahan dari pimpinan partai, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun dengan peningkatan kualitas dan jangkauan yang lebih luas.

‎”Kami sebagai organisasi sayap kepemudaan sangat mendukung hal ini. Ke depannya, insyaallah kualitas kegiatan kita akan terus ditingkatkan. Kami ingin memastikan kehadiran Partai Golkar dan AMPG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

‎Menilik kondisi politik tahun 2026, Emil Reza mengamati bahwa dinamika kegiatan partai politik secara umum cenderung lebih tenang atau “dingin”. Namun, ia menilai situasi ini justru menjadi peluang bagi AMPG untuk mengambil peran lebih dominan dalam kerja-kerja nyata di lapangan.

‎”Tahun 2026 ini kegiatan partai politik mungkin sedikit tenang. Oleh karena itu, di sinilah posisi dan peranan AMPG lebih diutamakan. Kami tidak ingin pasif,” tegasnya.

‎Sebagai langkah nyata, AMPG Provinsi Bengkulu telah merancang peta jalan kegiatan hingga akhir tahun 2026. Emil mengungkapkan bahwa setelah hari raya Lebaran, pihaknya akan segera menggelar rapat internal untuk menentukan agenda strategis, baik yang bersifat kemanusiaan maupun penguatan internal organisasi.

‎”Kami akan menyusun banyak program yang melibatkan anak-anak muda. Tujuannya agar AMPG benar-benar berperan secara berkelanjutan, baik dalam aksi kemanusiaan maupun kegiatan internal partai. Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda adalah motor penggerak perubahan di Bengkulu,” pungkas Emil.