Mukomuko, Beritamerdekaonline.com – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu melalui Tim Kerja Pembinaan Bidang Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) melaksanakan Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi pemangku kepentingan di Kabupaten Mukomuko pada 3—4 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Balai Bahasa Provinsi Bengkulu dalam memetakan kemahiran berbahasa Indonesia di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu pada tahun 2026.

‎Sosialisasi UKBI Adaptif di Mukomuko, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Dorong Pemetaan Kemahiran Berbahasa.


‎Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mukomuko. Sebanyak 50 pemangku kepentingan pendidikan mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas kepala SMA, SMK, dan MA, serta kepala SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Mukomuko. Para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak pelaksanaan UKBI Adaptif di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

‎Sosialisasi UKBI Adaptif ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, yang didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan. Dalam sambutannya, Arni Gusnita menegaskan pentingnya kemahiran berbahasa Indonesia bagi para pemangku kepentingan pendidikan.

‎“Pemangku kepentingan pendidikan harus fasih berbahasa Indonesia karena mereka menjadi contoh bagi pendidik dan peserta didik di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Arni Gusnita.

‎Ia juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat ditindaklanjuti secara konkret di sekolah.

‎“Kami berharap seluruh peserta sosialisasi UKBI Adaptif ini dapat menyelenggarakan UKBI di sekolah masing-masing sebagai upaya meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia siswa,” tambahnya.

Menurut Arni, pelaksanaan UKBI di sekolah dapat menjadi sarana evaluasi yang objektif terhadap kemampuan berbahasa Indonesia peserta didik.

‎Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Mukomuko atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin.

‎“Kami mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Mukomuko atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi UKBI Adaptif ini,” ujar Andriana Yohan.

‎Ia menjelaskan bahwa sosialisasi UKBI Adaptif bertujuan untuk memperluas pengetahuan pemangku kepentingan mengenai UKBI sebagai instrumen pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia. “Sosialisasi ini dilaksanakan untuk memperluas pemahaman terkait fungsi dan manfaat UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Andriana Yohan menambahkan bahwa kegiatan ini juga diarahkan untuk mewujudkan pemerataan peserta uji UKBI Adaptif di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

‎“Melalui kegiatan ini, kami menargetkan pemerataan peserta uji UKBI Adaptif di setiap kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu sebagai dasar pemetaan kemahiran berbahasa Indonesia pada tahun 2026,” tuturnya.

‎Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara Balai Bahasa, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan semakin kuat dalam upaya meningkatkan mutu dan kemahiran berbahasa Indonesia di Provinsi Bengkulu.