DIY, BERITA MERDEKA Online – Praktisi ekonomi dan akademisi, Arya Ariyanto, SE.,M.Par., menyerahkan bibit Nyamplung kepada, Daniel yakni pemilik salah satu stasiun radio di kota Yogkakarta, Selasa (16/1/2024) sore. Sebelumnya, Arya yang juga direktur utama Jogkem Group itu, memberikan materi untuk talkshow, terkait ‘Membangun Infrastruktur Hijau Nusantara dengan Pohon Nyamplung Menuju Ketahanan Lingkungan, Ketahanan Energi dan Ketahanan Pangan.’
“Program ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kayu nyamplung dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bahan bangunan, bahan baku kertas, dan bahan baku minyak nabati,” kata Arya.
Arya menjelaskan, Nyamplung memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida yang tinggi. Pohon nyamplung dapat menyerap karbon dioksida hingga 12 ton per hektar per tahun. Hal ini dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah perubahan iklim.
Memiliki kemampuan menahan erosi. Akar pohon nyamplung yang kuat dapat menahan erosi tanah, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya banjir dan longsor. Tanaman Nyamplung merupakan tanaman asli Nusantara.
“Pohon nyamplung telah tumbuh dan berkembang di Nusantara selama ribuan tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pohon ini memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan di Nusantara.”
Nyamplung memiliki kemampuan menahan erosi. Akar pohon nyamplung yang kuat dapat menahan erosi tanah, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya banjir dan longsor.
Nyamplung, merupakan tanaman asli Nusantara. Pohon nyamplung telah tumbuh dan berkembang di Nusantara selama ribuan tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pohon ini memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan di Nusantara.
Pengembangan pohon Nyamplung sambungnya, adalah sebagai infrastruktur hijau di Nusantara dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain, meningkatkan ketahanan lingkungan dan meningkatkan ketahanan energi.
“Pohon nyamplung dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, mencegah perubahan iklim, dan menahan erosi tanah. Minyak nabati dari biji Nyamplung, dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel, yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar diesel dari Fosil, dan meningkatkan ketahanan pangan.”
Pohon Nyamplung dengan jarak 5 meter dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan yang lain atau bisa dikenal dengan system tumpeng sari. Misal untuk tanaman rempah/obat-obatan.
Arya memaparkan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pohon nyamplung sebagai infrastruktur hijau di Nusantara, pembibitan dan penanaman. Pembibitan dan penanaman pohon Nyamplung harus dilakukan secara masif di berbagai wilayah di Nusantara. Pohon Nyamplung perlu dipelihara dengan baik agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kayu, biji, dan minyak nabati dari pohon nyamplung perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengembangan pohon Nyamplung sebagai infrastruktur hijau di Nusantara merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan lingkungan, ketahanan energi, dan ketahanan pangan di Indonesia. Dengan pemanfaatan yang tepat, pohon nyamplung dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan di Nusantara,” pungkas Arya Ariyanto. (TIM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan