Beritamerdekaonline.com, Katingan — Tim Emergency Peduli Api dari BPD Katingan, bersama personel Polres Katingan dan TNI, berhasil memadamkan kebakaran lahan warga Kantingan di beberapa titik pada Senin (7/8/2023) pukul 12:56 WIB. Kebakaran ini terjadi di KM 28, Kereng Pangi, arah menuju Sampit, di mana tim gabungan langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolres Katingan, AKBP I Gede Putu Widyana, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan semak belukar atau kebun milik warga dengan luas sekitar 200 meter persegi. Berkat respons cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas. “Kami bersyukur kebakaran ini tidak meluas dan api berhasil dipadamkan dengan cepat,” ujar Kapolres.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan melakukan patroli di sekitar lokasi rawan karhutla, khususnya di Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi membahayakan.
Menurut Kapolres, hingga saat ini tidak ditemukan kerugian material yang signifikan akibat kebakaran ini. “Belum ada kerugian material yang ditemukan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami masih mencari tahu apakah ada warga yang membakar sampah dekat lahan tersebut,” ungkapnya.
Selain pemadaman, tim gabungan juga mengadakan sosialisasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar tentang bahaya karhutla. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. “Sosialisasi ini penting agar masyarakat lebih waspada dan tidak sembarangan membakar sampah di dekat lahan yang mudah terbakar,” tambah Kapolres.
Kebakaran lahan di Kabupaten Katingan ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mengatasi bencana. Kapolres Katingan menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli dan pemantauan di daerah-daerah rawan kebakaran untuk mencegah kejadian serupa. “Kami akan terus berupaya memastikan wilayah-wilayah rawan kebakaran mendapatkan pengawasan yang ketat,” ujarnya.
Dengan adanya insiden ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian kebakaran juga sangat diapresiasi, karena informasi cepat dari warga bisa membantu tim gabungan bergerak lebih sigap.
Upaya pemadaman yang dilakukan tim Emergency Peduli Api BPBD Kabupaten Katingan bersama TNI dan Polri ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani karhutla. Sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mengatasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan ancaman serius bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan harus terus ditingkatkan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan lingkungan tetap terjaga dan bencana kebakaran bisa diminimalisir.
Dengan upaya berkelanjutan dari semua pihak, diharapkan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Katingan dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman tanpa khawatir akan ancaman kebakaran.
Pewarta: Madanktg
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan