SEMARANG, Berita Merdeka Online – Tim Pemenangan Caleg Partai Golkar Kota Semarang nomor urut 2, Mararas Apuwara dapil Semarang 3, Yus Citra, melaporkan dugaan kecurangan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Kecamatan Tembalang ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang, Kamis (29/2/2024).
Dalam laporannya, Yus Citra mengungkapkan adanya dugaan perpindahan suara di internal Partai Golkar di tingkat kota, terutama selama proses rekapitulasi di Kecamatan Tembalang.
Setelah melaporkan, Yus Citra menyajikan bukti perbedaan perolehan suara, termasuk fotokopi model C dari 109 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Sendang Mulyo Kecamatan Tembalang. Perhitungan suara C akhir menunjukkan perbedaan yang mencurigakan, khususnya pergeseran suara dari caleg A ke caleg lainnya.
“Polanya sudah kita temukan, dan kita juga sudah memiliki pembanding yang sah, yaitu C hasil di semua TPS. Kita dapat membandingkan rekap dari kecamatan dengan C hasil dari masing-masing TPS untuk menemukan perbedaan. Kami berharap KPU kota dapat melakukan koreksi,” ujar Yus Citra di halaman kantor Bawaslu Kota Semarang, Kamis sore.
Menurutnya, pergeseran suara juga terlihat per TPS, seperti di TPS 4 dan TPS 5, dengan penegasan bahwa perbedaan perolehan suara hanya terjadi di Kecamatan Tembalang.
“Contoh misalnya di TPS-4 kelurahan Sendangmulyo, disitu Caleg A yang tadinya mendapat 3 mendapat limpahan suara dari caleg lain menjadi 12. Kemudian di TPS-5 caleg A mendapat limpahan dari suara partai 2 dari limpahan dari suara caleg lain 20 jadi yang tadinya dia kosong jadi 22, kira-kira polanya seperti itu,” paparnya.
Dari laporan ini, Tim Pemenangan Caleg meminta Bawaslu memberikan rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang untuk melakukan penghitungan suara ulang di Kecamatan Tembalang.
Yus Citra juga mengungkap bahwa partai lain juga merasa adanya kecurangan suara di sana, dan berharap agar KPU dapat melakukan koreksi terhadap rekapitulasi tingkat kecamatan, khususnya di Kecamatan Tembalang.
“Di kecamatan Tembalang bukan hanya kami yang bermasalah, ada beberapa teman partai lain, ada beberapa caleg lain yang juga merasa ada pergeseran suara dan proses di kecamatan Tembalang yang dari awal sampai akhir yang berkesan tidak transparan dan itu membuat orang semakin su’udzon,” pungkasnya. (dik)




Tinggalkan Balasan