SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang terus mengedepankan konsep pembangunan yang memadukan modernisasi dengan pelestarian sejarah dan budaya.
Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri Haul Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran I tahun 1448 Hijriah di Masjid Kompleks Makam Sunan Pandanaran, Minggu (5/7).
Agustina mengatakan, pembangunan Kota Semarang tidak hanya berorientasi pada penguatan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga nilai-nilai sejarah yang menjadi fondasi berdirinya kota. Menurutnya, warisan Ki Ageng Pandanaran sebagai pendiri Kota Semarang harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah.
“Semarang tumbuh menjadi kota besar karena memiliki fondasi nilai yang kuat. Ki Ageng Pandanaran mengajarkan bahwa membangun masyarakat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui akhlak, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang terus kami jadikan pijakan dalam membangun Semarang,” ujarnya.
Ia menilai, pelestarian sejarah dan budaya menjadi semakin penting menjelang penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Pemerintah Kota Semarang ingin menghadirkan pengalaman bagi para kafilah dan tamu dari seluruh Indonesia untuk mengenal sejarah kota, termasuk jejak perjuangan Sunan Pandanaran, di samping menikmati wajah Semarang yang terus berkembang.
“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang tidak hanya merasakan pelayanan terbaik, tetapi juga mengenal sejarah kota ini, mengunjungi jejak perjuangan Sunan Pandanaran, serta merasakan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, budaya, dan nilai-nilai keagamaan,” katanya.
Rangkaian Haul Sunan Pandanaran diawali dengan tabur bunga pada 3 Juli 2026, dilanjutkan Tawasul Akbar, dan akan ditutup dengan Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran pada 11 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Semarang.
Melalui penguatan nilai sejarah dan budaya di tengah pembangunan yang terus berjalan, Pemerintah Kota Semarang berharap mampu menghadirkan wajah kota yang maju tanpa meninggalkan akar sejarah dan jati diri yang telah diwariskan para pendirinya.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan