Pangkalpinang, Beritamerdekaonline.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berkomitmen mengembangkan sistem pemerintahan berbasis digital melalui penerapan konsep Smart City. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik, efisiensi pemerintahan, serta menciptakan tata kelola kota yang cerdas dan berkelanjutan.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Wilayah dan Kota yang digelar di ruang Bapperida Pangkalpinang, pada Rabu (12/11/2025).

Dalam paparannya, Prof. Saparudin menjelaskan bahwa penerapan konsep Smart City di Pangkalpinang telah dimulai melalui berbagai inovasi digital di sektor pelayanan publik.

“Kita sudah memulai dengan berbagai aplikasi berbasis digital seperti smart parking, sistem pajak restoran, PBB online, hingga pengelolaan sampah dan PDAM. Semua itu adalah bagian dari upaya untuk mewujudkan kota modern yang efisien dan transparan,” ujarnya.

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin memaparkan program Smart City dalam FGD Perencanaan Wilayah dan Kota.

Selain itu, Pemerintah Kota juga tengah mempersiapkan program Smart Transportation, yang direncanakan mulai diimplementasikan pada tahun 2027. Program ini diharapkan mampu mengintegrasikan sistem transportasi umum, lalu lintas, dan infrastruktur jalan dengan teknologi digital agar mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan tertata.

Dalam forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan turut berdiskusi tentang arah pembangunan kota yang berkelanjutan. Prof. Saparudin menekankan pentingnya kesamaan visi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun masa depan Pangkalpinang.

“Semua harus paham, kota ini mau dibawa ke mana. Pemerintah dan masyarakat harus memiliki visi yang sejalan agar persoalan kota bisa diselesaikan dan pembangunan berjalan berkelanjutan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh gagasan yang muncul dalam FGD merupakan bagian dari “mimpi besar” Pangkalpinang menuju kota yang maju, hijau, dan berdaya saing tinggi. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, diharapkan kota ini dapat menjadi salah satu role model Smart City di Indonesia bagian barat.

Langkah digitalisasi ini sejalan dengan program nasional Gerakan Menuju 100 Smart City yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Bappenas dan Kemendagri. Melalui kolaborasi lintas sektor, Pangkalpinang berupaya memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan yang cerdas, partisipatif, dan berorientasi pelayanan publik.

Dengan arah pembangunan yang jelas dan visi bersama, Kota Pangkalpinang diharapkan menjadi kota cerdas yang tak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. (S4f)