Jakarta, Berita Merdeka Online — PTWaskita Toll Road (WTR) melalui anak usahanya, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), resmi menerapkan diskon tarif Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) hingga 20 persen. Program ini berlaku mulai 19 Januari hingga 31 Maret 2026 sebagai upaya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.
Sekretaris Perusahaan WTR, Buyung Lukman, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam meringankan beban biaya perjalanan sekaligus meningkatkan efisiensi transportasi bagi pengguna jalan tol.
“Penerapan diskon tarif ini merupakan respons terhadap dinamika pola pergerakan masyarakat. Kami ingin memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien dengan potensi penghematan biaya 10 hingga 20 persen,” ujar Buyung dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).

Ruas Tol Becakayu diketahui menjadi salah satu koridor strategis yang menghubungkan wilayah Jakarta Timur dan Kota Bekasi, sekaligus menopang aktivitas ekonomi, perkantoran, serta mobilitas harian masyarakat.
Diskon tarif diberlakukan di seluruh gerbang tol utama pada Jalur A (Jakarta–Bekasi) dan Jalur B (Bekasi–Jakarta) dengan pengaturan waktu tertentu, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.
Untuk potongan hingga 20 persen, diskon berlaku pada jam-jam non-puncak, seperti pagi hingga siang hari untuk arah Jakarta menuju Bekasi, serta siang hingga malam hari untuk arah sebaliknya. Sementara potongan hingga 10 persen diberikan pada jam tertentu yang masih memiliki volume lalu lintas cukup tinggi.
WTR menilai skema pengaturan waktu diskon tersebut dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, sehingga tidak terpusat pada jam sibuk.
“Selain memberikan manfaat ekonomi, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam puncak,” tambah Buyung.
Melalui program ini, PT Waskita Toll Road menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna, sejalan dengan transformasi layanan transportasi nasional berbasis kenyamanan dan keterjangkauan. (Heru Hermawan)




Tinggalkan Balasan