Kaur, BMO – Laga big match yang sangat panas yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kecamatan Semidang Gumay, akhirnya mempertemukan Awat Mata vs Cahaya Batin FC setelah melalui kompetisi dengan club-club lainnya di lapangan Tanjung Raya, Sabtu 17:00 wib (17/08/2019).

Tentunya pelatih dan maneger mempersiapkan strategi yang bagus untuk mengantisipasi gawang antara kedua kubu ini agar tidak terjadi sebuah gol, laga sengit pun telah dimulai dengan peluit ajaib dari sang wasit Usen.

Untuk diketahui, kapten dari Awat Mata FC dipandu Ridwan dan Cahaya Batin FC Lim berserta rombongan, selain itu, penontong dari berbagai penjuru desa ikut menyaksikan pertandingan ini sekitar 4000 pasang mata.

Dari babak pertama sampai terakhir antara kedua tim tidak mampu mencetak gol kegawang lawan, sehingga diakhir waktu akhirnya wasit menunjuk ke titik putih. Sehingga gemuruh penontong kian tegang, “wih cacam nian, ini baru pertandingan yang bagus patut dicontoh untuk tim yang sudah kalah,” ujar Deno (24) selaku penonton.

Dikatakan, Kades Desa Awat Mata Dian waktu minggu lalu saat pangkas rambut di Pangkas rapi Dang Man 20:00 wib (04/08/2019), “saya optimis tim Desa Awat Mata melaju ke-Final tahun ini baik itu tim muda dan tua,” ujar Kades Awat Mata dengan nada semangat.

Setelah usai adu pinalti Cahaya Batin FC ungul 4:3 dari Awat Mata FC, sehingga Tim Desa Cahaya Batin resmi menjadi sang juara atas rivalnya, sedangkan Awat Mata FC harus puas menduduki peringkat ke-2 dalam Liga Kecamatan Semidang Gumay Kabupaten Kaur tahun 2019. (Eko)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.