Aceh Tenggara – Kabut asap mulai menutup udara wilayah Kabupaten Aceh Tenggara (agara). Akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di provinsi Riau, sejak tiga hari terakhir ini.

Terlihat Seluruh wilayah Kutacane  tertutup kabut asap tebal  hingga jarak pandang di perkirakan hanya  dua  hingga tiga kilo meter, namun seluruh aktifitas sekolah dan perkantoran terpantau masih aktif seperti biasa.

Salah seorang warga Sakirin 52 Tahun mengaku terpaksa menggunakan masker ketika keluar dari rumah menggendarai berkendaraan sepada motor, selain antisipasi  gangguan pernapasan, mata juga mulai terasa perih jika tidak menggunakan pelindung, ungkap Sakirin kepada Media ini, Senin 23 September 2019.

Kepala pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Agara melalui Kepala bidang (Kabid) Pencegahan dan kesiap siagaan  Dona Al Khadafi Kepada media ini menyebutkan untuk antisipasi dampak asap  ini kami dari BPBD mebagikan sebanyak 1000 pieces masker secara cuma- cuma kepada sejumlah pengendara  di depan kantor BPBD setempat.

“Mudah mudahan kualitas udara di Agara ini tidak berdampak buruk bagi kesehatan Masyarakat,warga di himbau agar menggunakan masker ketika bepergian,semoga masyarakat agara terhindar dari penyakit ISPA”, ungkap Dona

Kendati menambahkan , hal ini merupakan dampak dari kebakaran hutan dan  lahan  di  wilayah Pekanbaru Riau, Jambi dan sekitarnya, walaupun demikian kewaspadaan harus di tingkatkan dan  tetap siaga dalam penanggulangan bencana asap ini, khususnya bagi warga yang berpergian atau aktifitas diluar rumah agar tetap menggunakan masker atau pelindung lainya,tutup Dona (Basri)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.