Berita Merdeka Online, Takengon – Ratusan benda pusaka peninggalan kerajaan Linge, dipamerkan di Gedung Olah Seni (GOS), Kabupaten Aceh Tengah. Pameran mulai berlangsung pada tanggal 19- 24 Februari 2022.
Acara tersebut langsung mendapat sambutan dari masyarakat setempat, begitu tinggi menghadiri acara yang dikemas lewat Pekan Kebudayaan Gayo (PKG) itu. Kegiatan ini sekaligus perayaan hari jadi kota Takengon ke-445.
Tak tanggung – tanggung, Benda pusaka yang dipamerkan itu mulai dari Pedang Bawar Linge, Guci (Dinasti Sung Awal) , piring motif bunga kapas (Dinasti Qing tahun 1644-1911), piring hijau motif naga (Dinasti Yuan tahun 1279-1368) serta benda – benda pusaka lainnya.
Ketua panita penyelenggara Syukur Kobath , kepada wartawan (20/2/22) mengatakan kegiatan tersebut juga menampilkan festival Tari Guel, dan perlombaan Hymn
Dikatakannya, saat ini status suku Gayo terancam kehilangan identitas. Atas dasar pemikiran tersebut, pihaknya melalui DAG menyegarkan generasi muda atas torehan-torehan kejayaan Reje Linge mempertahankan kekuasaan di masa lampau.
“Untuk itu kita selenggarakan seminar nasional, guna mengetahui lebih detail tentang rekam jejak Gayo di masa lampau, begitupun dengan pameran benda pusaka Reje Linge, supaya bisa melihat langsung bagaimana koleksi di masa itu. Mari kita mengenang kekuasaan pada saat itu,” terang Syukur.
Ketua penyelenggara itu juga mengingatkan, agar generasi muda untuk berpendirian teguh mengenang amanah dari keturunan orang Gayo (Munyang-Datu-red).
“Kita ingin mengedukasi generasi penerus, bahwa kejayaan kerajaan Reje Linge sangat berperan dalam peradaban, mulai dari tanah karo hingga Selat Malaka,” ujarnya.
Dia berharap, ke depan generasi muda dapat merubah kebiasaan tradisi lisan menjadi tradisi tulisan, melalui semangat membaca dan menulis, sehingga semua kegiatan-kegiatan atau ilmu yang didapat terdokumentasi dengan baik.
“Kita harus mampu mempertahankan adat dan budaya Gayo yang menjadi identitas, bahasa ibu jangan sampai luntur. Jangan sampai akulturasi budaya luar mengganggu peradaban kita,” pungkasnya. (Man)




Tinggalkan Balasan