Merangin, JAMBI | BeritaMerdekaOnlin.Com — Selepas hari raya idul fitri 2022, hingga kini Rabo 6 juli 2022 petani kelapa sawit masih ter ombang-ambing karena harga Tandan Buah Segar/ TBS belum setabil,.

Pasalnya harga tbs diwilayah kabupaten merangin profinsi jambi belum bisa jadi patokan/pedoman para tengkulak kelapa sawit yang ada di desa-desa,

Hal tersebut di sampaikan dengan salah satu tengkulak kelapa sawit yang ada di kabupaten merangin jambi, “harga di pabrik sekarang masih berbeda-beda jadi kita selaku tengkulak ini bingung untuk menetapkan harga kepada petani-petani kita, sementara ini harga tbs yang tertinggi cuma di pabrik langling, kata salah satu tengkulak yang tidak mau disebutkan namanya,.

“Sementara di langling pun dibatasi penerimaan buah tbs dari luar, ya terpaksa kita antrikan hinga 4-5 hari baru bisa terbongkar karena antrian nya begitu panjang, imbuh salah satu tengkulak tersebut,.

Di tempat yang berbeda salah satu petani kelapa sawit sa’at di tanya wartawan media BeritaMerdekaOnlin.Com juga mengatakan kegelisahan hati para petani-petani kelapa sawit lainnya yang ada di desa bukit beringin e2, kecamatan kabupaten merangin, jambi.

“Kalo kita melihat perkembangan harga TBS beberapa bulan lalu hingga saat ini harga tbs cuam rp 750, per kilonya maka saya selaku petani mengatakan pemerintah kita baik yang di pusat maupun daerah telah Gagal untuk setabilkan harga Tandan Buah Segar/TBS, kata petani sawit,

“Sementara biaya perawatan kebun kelapa sawit mahal semua mulai pupuk obat/racun untuk rumput semua mahal, belum lagi kebutuhan hidup kita dan keluarga kita sehari-hari semua mahal, imbuh para petani sawit.

“Harapan saya pemerintah pusat maupun daerah secepatnya bisa setabilkan harga sawit ini, ya setidak nya seperti harga di bulan puasa kemarin lah, harga mencapai rp 3.000 lebih. Tutup petani sawit.

Penulis : Moh Basori


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.