Aceh Timur – Aktivis HAM Aceh, Ronny Hariyanto, mendorong semua pihak untuk memperhatikan pentingnya pemenuhan HAM dan demokrasi di Aceh Timur. Hal itu ia lontarkan senada dengan semakin terbukanya daerah yang lama dilanda konflik di masa lalu itu pada trend modernisasi dan keniscayaan demokrasi.
” Kita harus secara terus – menerus mempromosikan demokrasi dan pemenuhan HAM di Aceh Timur, agar tercipta kondisi kondusif bagi penguatan sipil dan pelestarian demokrasi secara nyata,” kata Ronny, 4 November 2019.
Menurut Ronny, terjaganya kondisi demokrtis di daerah yang dikenal giat membangun tersebut, sangat diperlukan bagi lahirnya kemajuan – kemajuan pembangunan yang dibarengi sosial kontrol yang kuat dan konstruktif.
” Daerah ini sedang terus membangun, baik secara fisik maupun moril, dan itu sangat membutuhkan kondisi kondusif bagi menguatnya demokrasi dan HAM, agar warga negara berani mengkritisi dan menyadari bahwa mereka semua punya hak untuk mengawasi pembangunan yang dirakit dari pajak yang dipungut dari mereka sediri selama ini, sehingga kemajuan di segala bidang pun terhindar dari berbagai bentuk kejahatan penyimpangan,” tukas putera Idi Rayeuk berdarah Aceh – Minang tersebut.
Ronny mengakui, alasan – alasan tersebut telah menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus mendorong Aceh Timur semakin terbuka kedepannya.
” Motivasi kita adalah terwujudnya demokrasi yang ideal berbasis budaya, agama dan tatanan hukum di negara kita, sehingga kami nantinya dapat menyaksikan pelayanan negara akan semakin baik bagi setiap warganya, demikian pula agar warga negara pun menyadari setiap hak dan tanggungjawabnya terhadap negara,” cetus eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsii Aceh itu.
Menurut Ronny, kondisi demokratis di Aceh Timur masih perlu terus ditingkatkan agar lebih baik lagi demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur.
” Secara teoritis memang dikatakan sistim demokratis, tapi nyatanya secara praksis, banyak warga belum berani bersuara ketika mengalami masalah atau ada keluhan, contohnya saja misalkan masalah gas yang mahal dan langka beberapa waktu lalu, mereka tidak berani bersuara padahal sudah tercekik, kecuali hanya menggerutu pada sesamanya, padahal kritis itu hak mereka, bahkan dijamin undang – undang, apalagi menyuarakannya bila menyaksikan terjadinya penyimpangan korupsi di lingkungannya, demikian pula dengan contoh sejenis lainnya, masyarakat masih takut – takut,” ungkap Ronny.
Ronny juga mengapresiasi langkah Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib, alias Rocky, yang beberapa waktu lalu dinilai mulai gencar menyuarakan keterbukaan bagi publik, yang mempersilahkan kritik serta pengawasan terhadap pemerintahannya oleh masyarakat, yang menurut Ronny merupakan watak khas daripada demokrasi.
” Bupati berulang kali mempersilahkan masyarakat mengawasi dan mengkritisi pemerintahannya, dan yang terpenting bupati Rocky juga telah menganggap kritik dan pemberintaan media sebagai masukan yang sangat diperlukan dan dapat membantu kinerja pemerintahan, nah ini pertanda baik bagi demokrasi dan kemajuan Aceh Timur,” pungkas Ronny menutup keterangannya. (Syamsuddin)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan