Beritamerdekaonline.com, Kumai/Kobar — Acara puncak peringatan HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional ditandai dengan Upacara Bendera dan potong tumpeng serta Pembacaan Sambutan dari Ketua Umum Pengurus Besar PGRI dilapangan Senggora Kumai Hulu, senin (28/11/2022) pagi.

“Kami mengucapakan Terimakasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah menghargai perjuangan para pendidik -guru dan Dosen, Pendidik nonformal, dan tenaga kependidikan dengan menetapkan hari lahir PGRI pada 25 November sebagai hari guru nasional (HGN) melalui penetapan keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 78 tahun 1994 “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah (Jas Merah)” Begitu Ucap Bung Karno.

Hari ini,25 November 2022 kita kembali mengenang sejarah 77 tahun lalu ,tepat seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 25 November 1945,PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru,pendidik dan tenaga kependidikan dalam memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan serta berkhidmat pada Negara dalam memajukan pendidikan Nasional.

Saat itu,para guru diseluruh tanah air yang tergabung dalam puluhan organisasi guru yang berbeda paham dan golongan dengan semangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu wadah organisasi, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai bahtera besar wadah perjuangan para guru, pendidik,dan tenaga kependidikan.

PGRI terus bergerak,mengabdi,dan mereformasi organisasi secara struktural dan kultural agar senantiasa adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman yang terus berkembang.

Setelah 77 tahun Indonesia merdeka,jati diri PGRI sebagai organisasi profesi,organisasi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat independen, unitaristik dan non-partisan senantiasa terus terjaga dan tetap menyala dalam setiap sanubari pengurus, kader anggota yang terdiri dari para guru, pendidik dan tenaga kependidikan.

Tahun 2022 ini,kita telah sampai di penghujung pandemi Covid-19,Terimakasih kami sampaikan kepada pemerintah, pemerintah Daerah, para tenaga kesehatan, sukarelawan dan seluruh aparat keamanan yang telah bekerja keras siang dan malam dalam penanganan pandemi covid-19,di tanah air sehingga hasilnya sangat menggembirakan.

Jumlah kasus covid-19, terus melandai hingga saat ini, sehingga memungkinkan seluruh sekolah di tanah air kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Namun demikian kita tidak boleh lengah,Prokes dan hidup sehat harus menjadi perhatian utama dalam aktifitas dirumah dan diluar rumah.

Pada akhir sambutannya, PGRI menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo,Wakil Presiden RI KH, Ma’ruf Amin, Kemenko PMK, Kemendikbudristek, Kemenpan-RB, Kemenag, Kemendagri dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota yang selalu responsif terhadap permasalahan guru yang diperjuangkan PGRI.

Penerimaan Aparatur Sipil Negara melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(PPPK) guru ditahun 2021 dan 2022,telah memberikan peluang dan kesempatan bagi guru honorer untuk mengikutinya.namun sistem pelaksanaannya masih memerlukan banyak perbaikan dimasa mendatang.

Yel..yel..Hidup Guru..!! Hidup PGRI..!!Solidaritas..Yess!!siapa kita..?? Indonesia.. (Ronny)