Asahan, Berita Merdeka Online — Dikutip Dari keterangannya di Tribun Medan, Kepala Sekolah MTSN 2 Asahan mengaku panitia seleksi tidak ada meminta uang kepada calon peserta didik. Jika demikian, ini harus dilandasi dengan transparansi hasil tes, harus jelas data nya, mana yang tidak lulus dangan yang lulus, apa saja yang menjadi poin penting dalam penerimaan siswa/siswi di MTSN 2 Asahan.
Sementara, Pimpinan Redaksi rajawalionline Minggus D N saat bertemu Tim Media di kisaran kota mengatakan, kalau memang Kepala Sekolah dan panitia penerimaan siswa/siswi MTSN 2 Asahan bersih, harus ada transparansi yang lebih kongkrit mengenai data hasil tes.
“Kalau memang mengaku bersih, buktikan dengan transparanlah. Mana data siswa hasil tes??? Poin apa saja yang menjadi patokan pada penerimaan siswa/siswi di MTSN 2 Asahan? Semua harus jelas dan terbuka, “ Ungkap Minggus D N Selaku Pimred rajawalionline.
Untuk itu, diharapkan kepada Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Asahan agar lebih tegas dan selektif dalam menelusuri hal tersebut. Sehingga, kedepan nantinya sekolah Agama Negeri bisa bersih dari Praktek “ Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme (KKN).
“Saya meminta kepada Kakan Kemenag Asahan, agar membentuk tim untuk mentelusuri, mengkoreksi, memberikan data kongkrit hasil tes di MTSN 2 Asahan. Jika tidak sesuai jelas, segera ambil tindak tegas, “ pinta Pimred rajawalionline saat berkumpul dengan tim DPP LSM Gemmako Kabupaten Asahan dan Rekam Awak Media.
Sementara, melalui Panggilan WhasApp, Kakan Kemenag Asahan Saripiddin Daulay mengatakan akan memanggil, dan menelusuri prihal dugaan tersebut.
“Kita sudah lakukan pemanggilan, saat ini juga masih di telusuri, nanti di infokan lebih lanjut, “ Ucap Saripiddin Daulay.
Saat berita ini di turunkan, Tim redaksi rajawalionline akan terus memantau, menelusuri, dan menunggu perkembangan hasil dari penelusuran Kemenag Asahan.
Terpisah, DODI ANTONI Ketua Umum DPP LSM Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (Gemmako) Kabupaten Asahan menyampaikan, lucunya tanggapan dan komentar seorang Kepsek MTSN 2 Asahan yang hanya ber asumsi pribadi tidak dilandasi dasar yang fakta.
“Seharusnya para korban yang merasa anaknya dirugikan oleh pihak sekolah dipanggil semua, agar terjadi hasil sebuah cerita yang benar.” Ucapnya.
Lanjutnya, jika memang tidak maka dibuktikan, dan saya tidak akan ber asumsi ” Kalau Pencuri Ngaku Penjara Penuh”, Cetus nya (CWBM01)




Tinggalkan Balasan