BENGKULU, Berita Merdeka Online – Buntut dari laporan masyarakat desa penyangga melalui ormas dan lembaga, akhirnya tim dari gubernur provinsi serta dari Bengkulu tengah datang langsung ke lokasi PT Bio Nusantara teknologi,
Dari pantauan media, tampak 500 lebih masyarakat yang berkumpul dari beberapa desa penyangga didampingi ormas dan lembaga, yakni BCW, Antartika dan BSKN RI.
Ketiga lembaga dan ormas ini sepakat akan melaporkan pelanggaran-pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh PT Bio Nusantara teknologi kepada aparat penegak hukum (APH) apabila dalam waktu dekat belum ada keputusan dari pemerintah provinsi.
Pelanggaran dari pihak PT Bio Nusantara teknologi sudah berlangsung cukup lama, hanya saja beberapa masyarakat melalui ormas dan lembaga belum menuturkan secara rinci laporan yang bakal dilayangkan.
Ketua BCW dan BSKN RI saat dikonfirmasi mengatakan, laporan yang bakal dilayangkan kali ini adalah terkait masalah pelanggaran dari perusahaan tersebut. Tidak menutup kemungkinan ada beberapa pihak yang terlibat baik dari PT bio ataupun pihak-pihak lain.
Pemerintah Bengkulu tengah hingga Pemprov sudah melakukan kroscek lapangan, namun dari beberapa keterangan masyarakat belum puas, dikarenakan apa yang menjadi tuntutan masyarakat belum terpenuhi hingga mengakibatkan terjadi cekcok adu mulut dari masyarakat dan dari pihak perusahaan PT Bio.
Untuk menghindari konflik berlanjut, pemerintah daerah baik kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat, dimohon bisa mengambil langkah-langkah supaya tidak terjadi konflik dan hal-hal yang tidak di inginkan.
Pewarta: Aprianto
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan