MESUJI, Berita Merdeka Online – Gegara terbitkan Perdes bernuansa pungli dan meresahkan masyarakat, ratusan masyarakat mengadakan pertemuan dengan kadesnya di baldes Budi Aji kecamatan Simpang Pematang kabupaten Mesuji Lampung pada Selasa 14 Mei 2024
Saat dikonfirmasi Media, Kades Nurul Ikhsan mengaku bahwa pungutan ini jauh sebelum ia jadi kades sudah dilakukan pemerintah desa Budi aji.
“Terkait Perdes ini saya sudah konsultasi dan meminta persetujuan Camat yakni Camat Ruli Aditya dan Camat sekarang Bely Oskar, tetapi begitu saya sahkan Perdes ini, masyarakat bergejolak dan saya merasa ini ada yang tidak pas,” ujarnya.
“Saya rapat dengan BPD dan perangkat desa, sebelum ini saya tetapkan sebagai Perdes. Sudahlah saya gak mau dipusingkan, ini saya cabut perdesnya, biar kalau karang taruna atau siapapun perlu dana bantuan, saya tinggal bilang desa tidak ada anggaran kepemudaan dan yang lain,” terang nya dengan wajah kecewa
“Perdes dibuat untuk PAD Desa Budi Aji,” lanjutnya.
Pada faktanya Pemerintah sudah menetapkan beberapa bentuk pelayanan kepada masyarakat bersifat gratis atau tidak berbayar.
Kepala desa dan seluruh perangkat desa, BPD semua diberi tunjangan penghasilan / siltap setiap bulannya dan dana operasional untuk kegiatan desa, walaupun Perdes yang bermasalah tersebut sudah dihapus unsur kelalaian.
Dan indikasi pungutan sudah sempat ditetapkan, walau setelah bergejolak akhirnya dibatalkan kades.
Pertanyaannya jika Perdes tersebut tidak bergejolak tentu adem adem dan pungutan ke masyarakat tentu berjalan mulus.
Terkait hal tersebut, media hendak menkonfirmasi Camat, Kadis PMD dan inspektorat Kabupaten Mesuji.
Rilis TIM




Tinggalkan Balasan