Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – BPD HIPMI Bengkulu kembali memperkuat sinergi dengan dunia akademik melalui program “HIPMI Goes To Campus”. Kali ini, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), digelar Seminar Nasional Praktek Terpadu Kewirausahaan (PTK) 2026 bertajuk “Wirausaha Sukses: Mitos atau Fakta?” di Aula Hasan Din, Kampus IV UMB, Selasa pagi (5/5).

Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif, mulai dari Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari hadir secara virtual, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan, hingga akademisi FEB UMB.
Dalam pemaparannya, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menekankan bahwa keberhasilan sebuah usaha bukanlah sebuah mitos, melainkan hasil dari perhitungan yang presisi. Ia menegaskan bahwa modal uang bukanlah faktor utama dalam memulai bisnis.
”Banyaklah melakukan riset usaha dan selalu memperbarui informasi terkait program pemerintah. Validasi pasar sangat penting; bangunlah usaha sesuai dengan rantai pasok (supply) dan permintaan (demand) agar tidak salah perhitungan,” ujar Akbar.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan era kolaborasi dan jeli melihat peluang investasi serta potensi daerah. Menurutnya, penyusunan rencana bisnis (business plan) yang benar adalah pondasi utama sebelum melangkah lebih jauh.
Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, yang menjadi pemateri memberikan motivasi mendalam kepada mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki tiga elemen yang tidak terpisahkan untuk bersaing di dunia nyata.
”Mahasiswa harus memiliki attitude (sikap), pengetahuan, dan keterampilan. Ketiganya wajib berjalan beriringan. Di luar bidang akademik, asah juga kemampuan soft skill seperti personal branding, manajemen waktu, dan keterampilan komunikasi,” tutur Yosia.
Menurut pengusaha sukses Bengkulu ini, karakter yang kuat akan membuat seseorang tampil menonjol dan mampu meraih prestasi di berbagai kesempatan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMB, Furqonti Ranidiah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Praktek Terpadu Kewirausahaan. Program ini mencakup studi lapangan dan puncaknya akan ditutup dengan Pekan Kewirausahaan.
”Kami telah menjalin kerja sama yang erat dengan BPD HIPMI Bengkulu, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kolaborasi ini sudah diimplementasikan dalam bentuk program magang mahasiswa di berbagai perusahaan yang bernaung di bawah HIPMI,” jelas Furqonti.
Seminar yang dipandu oleh moderator Dr. Meilaty Finthariasari, S.E., M.M. ini juga menghadirkan narasumber Marini, S.E., M.E.K. Dosen UMB sekaligus pebisnis, serta mendapat dukungan penuh dari unit usaha lokal seperti Le Petit Artisan Bakery, Yodan Land Group dan turut hadir jajaran pengurus BPD HIPMI Bengkulu dan Ketua Umum BPC HIPMI se-Provinsi Bengkulu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UMB tidak hanya memiliki bekal teori secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh untuk terjun ke dunia wirausaha dan berkontribusi bagi kemajuan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan