SEMARANG, Berita Merdeka Online – Calon Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin, saat ini tengah berupaya mencari solusi atas keresahan para pedagang di Pujasera Ngaliyan terkait kenaikan biaya sewa lapak yang dinilai memberatkan.

Para pedagang, yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pujasera Ngaliyan, menghadapi kenyataan bahwa biaya sewa lapak mereka melonjak drastis dari Rp 50.300.000,00 per tahun menjadi Rp 130.400.000,00 per tahun. Jika dibagi rata, setiap lapak kini dikenakan biaya sewa sebesar Rp 5.100.000,00 per tahun, naik signifikan dari sebelumnya Rp 1.900.000,00 per tahun.

Iswar, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Semarang, kini sudah mengundurkan diri dari jabatannya untuk fokus pada pencalonannya sebagai Wakil Walikota Semarang. Meskipun demikian, ia tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, termasuk para pedagang Pujasera Ngaliyan.

Pada pertemuan dengan para pedagang, Iswar mendengarkan langsung keluhan mereka terkait kenaikan biaya sewa yang dianggap tidak masuk akal. “Saya kan sekarang sudah bukan PNS lagi, artinya kawan-kawan dari Paguyuban Pedagang Pujasera Ngaliyan ini ingin curhat,” ujar Iswar pada Senin (9/9/2024).

Iswar menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi para pedagang sebagai dasar untuk membuat kebijakan yang adil dan tidak memberatkan masyarakat. Ia juga menyadari bahwa kenaikan biaya sewa ini cukup mengejutkan bagi para pedagang. “Jadi para pedagang cukup kaget,” tandasnya.

Meski sudah menampung aspirasi para pedagang, Iswar mengaku belum bisa memberikan solusi konkret karena dirinya bukan lagi bagian dari pemerintahan. Namun, ia berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan pedagang dengan membawa permasalahan ini ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang agar bisa dipertimbangkan kembali.

Raditya, Ketua Paguyuban Pedagang Pujasera Ngaliyan, menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, Iswar menunjukkan keseriusannya dalam mencari solusi. “Pak Iswar mencoba mencarikan solusi dan akan dipertimbangkan lagi kemudian diajukan ke Bapenda dan BPKAD,” kata Raditya.

Iswar berharap dengan langkah ini, para pedagang dapat memperoleh keputusan yang lebih adil dan tidak memberatkan, serta dapat melanjutkan aktivitas mereka dengan tenang di Pujasera Ngaliyan.(day)