Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk unggulan dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu, calon gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menjelaskan sejumlah langkah strategis hilirisasi produk yang sedang dan akan dijalankan di provinsi ini. Hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, namun juga menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi warga Bengkulu.

“Kita telah memulai langkah hilirisasi beberapa komoditas unggulan daerah, yang diyakini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Rohidin sebagai calon gubernur petahana berpasangan dengan Meriani (ROMER) di Hotel Mercure, 12/11/2024.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu nomor 2 Rohidin-Meriani.

Ia menambahkan bahwa hilirisasi akan terus diperkuat pada komoditas seperti karet, kopi, gula aren, kelapa dalam, dan sawit.

Di sektor sawit, sudah berdiri dua pabrik pengolahan produk turunan seperti cangkang sawit yang mulai berproduksi. Hilirisasi sawit ini telah mendongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) di Bengkulu hingga Rp3.000 per kilogram, menjadi kabar baik bagi petani sawit di wilayah ini.

Selain itu, tiga pabrik minyak goreng saat ini dalam tahap pembangunan dan ditargetkan beroperasi awal 2025. Kehadiran pabrik-pabrik ini diyakini akan menambah lapangan kerja serta memperkuat daya saing sawit Bengkulu di pasar nasional.

Sejak 2018, kopi Bengkulu telah memperoleh pengakuan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita telah mengikuti kompetisi di Paris, Singapura, dan di dalam negeri, yang menghasilkan pengakuan bahwa robusta Bengkulu adalah salah satu yang terbaik di dunia,” ungkap Rohidin.

Langkah hilirisasi kopi ini mencakup ekspor langsung dari Bengkulu tanpa rantai distribusi yang panjang, sehingga harga kopi di tingkat petani meningkat, stabil pada kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Produk gula aren dan kelapa dalam juga masuk dalam prioritas hilirisasi. Pengolahan kelapa dalam, terutama untuk produk turunan seperti minyak kelapa, telah mendapat perhatian khusus.

Hilirisasi di sektor ini akan memperkuat industri lokal dan menciptakan lapangan kerja baru, terutama di pedesaan.

Sektor perikanan juga tidak luput dari rencana ekspor langsung.

“Kita sudah mulai melakukan ekspor langsung dari Pelabuhan Pulau Baai, terutama untuk komoditas perikanan,” jelas Rohidin.

Inisiatif ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di Bengkulu.

Menurut Rohidin, dengan adanya hilirisasi ini, masyarakat Bengkulu tidak hanya mendapatkan manfaat langsung melalui kenaikan harga produk di tingkat petani, tetapi juga dari peluang kerja baru yang tercipta di setiap sektor.

Ia optimis bahwa hilirisasi yang sedang digalakkan ini akan memberikan dampak positif yang berkesinambungan untuk perekonomian daerah.

“Semua langkah ini merupakan wujud komitmen kami untuk membangun Bengkulu yang lebih maju dan sejahtera, dengan terus mendorong hilirisasi sebagai kunci pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Rohidin.