Kutai Barat, Beritamerdekaonline.com – Aksi protes unik dilakukan warga Kampung Sekolaq Muliaq, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat. Mereka menanam pohon pisang dan memasang plang kayu di tengah jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap perusahaan kelapa sawit yang dianggap abai memperbaiki jalan rusak akibat kendaraan pengangkut Crude Palm Oil (CPO).
Nanang, Petinggi Kampung Sekolaq Muliaq, menegaskan bahwa warga telah berulang kali berupaya menyelesaikan masalah ini melalui jalur mediasi. “Kami sudah tiga kali melakukan mediasi dengan pihak perusahaan. Namun, sampai saat ini, semua hanya sebatas janji tanpa tindakan nyata. Perusahaan seolah menutup mata terhadap kerusakan yang mereka sebabkan,” ungkapnya, Jumat (tanggal aksi).
Jalan utama yang menjadi akses vital bagi warga kini dalam kondisi memprihatinkan. Lubang-lubang besar di sepanjang jalan semakin parah, terutama saat hujan turun, membuat aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu. Kondisi ini menimbulkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan, termasuk pelajar dan petani yang bergantung pada akses tersebut.
“Kami tidak meminta lebih, hanya ingin perusahaan bertanggung jawab. Jalan ini sangat penting untuk aktivitas warga, dari mengantar anak sekolah hingga mengangkut hasil panen,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Aksi simbolis warga diharapkan dapat menarik perhatian perusahaan untuk segera bertindak. “Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan terus menyuarakan aspirasi kami. Ini demi kepentingan bersama, bukan hanya warga Kampung Sekolaq Muliaq,” tegas Nanang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan warga. Namun, aksi protes ini telah menjadi perhatian luas di media sosial, dengan banyak pihak memberikan dukungan moral kepada warga Sekolaq Muliaq. ( M.Jailani )

Warga Kampung Sekolaq Muliaq menanam pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes terhadap perusahaan kelapa sawit. Foto diambil pada Jumat (tanggal aksi), memperlihatkan kondisi jalan yang penuh lubang dan sulit dilalui.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan