SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kota Semarang mulai bersolek menyambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, dengan ratusan lampion yang menghiasi kawasan strategis, seperti Jalan Pemuda dan Pecinan.
Lampion-lampion ini menambah keindahan kota sekaligus mencerminkan semangat kerukunan antarumat beragama.
Tahun ini, Imlek memasuki shio ular kayu, dan dekorasi khas tersebut menjadi bentuk akulturasi budaya yang telah lama hidup di Kota Semarang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, menyampaikan bahwa hiasan kota bukan hanya dilakukan untuk Imlek, tetapi juga untuk memperingati berbagai hari besar lain.
“Setiap momentum besar, seperti Imlek dan Natal, kami selalu mempercantik area utama kota, seperti Jalan Pemuda dan kawasan segitiga emas, untuk menciptakan suasana perayaan yang semarak,” ujar Wing pada Sabtu (18/1) di Kawasan Pecinan.
Wing menambahkan, dekorasi ini diharapkan meningkatkan daya tarik wisata Kota Semarang.
“Kami ingin menciptakan lebih banyak spot menarik dan instagramable agar wisatawan semakin tertarik datang,” katanya.

Ia juga mencontohkan, saat perayaan Natal 2024 lalu, kota ini dihiasi ornamen khas yang berhasil menarik perhatian wisatawan.
Sepanjang 2024, Kota Semarang mencatat 7,3 juta kunjungan wisatawan, jumlah tertinggi sejak sebelum pandemi Covid-19. Angka ini menunjukkan pemulihan pariwisata yang signifikan.
“Kami bersyukur target kunjungan wisatawan dapat tercapai dengan angka yang membanggakan, mengembalikan kondisi seperti sebelum pandemi,” ungkap Wing.
Pada tahun 2025, Disbudpar Kota Semarang menargetkan peningkatan jumlah wisatawan dengan berbagai program baru. Salah satunya adalah memperkenalkan destinasi wisata baru dan memperkuat kolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Wing menjelaskan, Kawasan Pecinan menjadi salah satu fokus pengembangan destinasi. “Kami akan mendukung penuh pengembangan destinasi baru di berbagai wilayah, termasuk Pecinan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Dekorasi Imlek dan program-program wisata lainnya merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Semarang untuk mengoptimalkan sektor pariwisata.
Dengan peningkatan daya tarik kota, pemkot Semarang berharap dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam mendorong sektor ekonomi.
Dengan upaya berkelanjutan ini, Kota Semarang optimis sektor pariwisatanya terus berkembang, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.(day)




Tinggalkan Balasan